Pengobatan Tradisional Tiongkok Mencari Legitimasi Secara Medis

2017-07-07 11:14:22
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Ilsutrasi pengobatan tradisional Tiongkok, sedang mencari legitimasi karena penerapan undang-undang baru. (Istimewa)

Pembuktian secara medis sangat diperlukan bagi pengobatan tradisional Tiongkok. Sebagai bentuk mencari legitimasi, karena tuntutan peningkatan sektor ini.

OBAT tradisional Tiongkok, kini membutuhkan pembuktian melalui uji klinis yang ketat. Ini disebabkan oleh undang-undang yang baru, sektor ini harus meningkat sekitar US$ 40 miliar.

Selama ini, sepertiga penjualan berada di pasar farmasi Tiongkok dengan nilai US$ 117 miliar. Atau terbesar kedua di dunia. Hanya saja, penjualan dilakukan dengan harga relatif murah.

Membuat para dokter di beberapa rumah sakit, memberikan resep kepada pasien, tanpa penjelasan efektivitas dari obat tradisional.

Tiongkok memberikan janji, pengobatan tradisional Tiongkok memiliki status sama secara hukum dengan pengobatan barat. Pemerintah juga mendorong setiap rumah sakit mendirikan pusat pengobatan tradisional.

“(Status) Hukum ini sangat penting untuk mengamankan TCM (pengobatan tradisional Tiongkok,” kata Wu Yiling, Ketua Yiling Pharmaceutical, sebuah perusahaan yang membuat obat herbal berdasarkan resep tradisional di Provinsi Hebei, seperti yang dikutip dari Financial Times.

Wu menilai uji klinis penting, begitu juga dengan farmasi barat. “TCM perlu dikembangkan. Menggunakan metode penelitian modern.”

Uji coba yang mulai dilakukan adalah periset di Universitas Peking dan Universitas Cardiff. Menguji manfaat dari obat herbal. “Teori dan resepnya adalah TCM. Namun dalam praktiknya evaluasi obat-obatan kami dilakukan sesuai dengan metode berbasis bukti barat,” kata Wu.

Kini perusahaan yang bergerak dalam produksi pengobatan tradisional sedang berusaha mendapatkan kredibilitas negara lain. Di sisi lain perusahan-perusahaan juga terus meningkatkan penjualan.

Ada juga yang melihat undang-undang itu belum mengatur tentang dokter pengobatan tradisional, karena selama ini kurangnya pelatihan.