Sekolah Dasar Mulai Terapkan Kurikulum Pengobatan Tradisional Tiongkok

2017-09-14 13:29:55
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Ilsutrasi penerapan kurikulum pengobatan tradisional Tiongkok kepada siswa-siswi sekolah dasar. (Istimewa)

KURIKULUM pengobatan tradisional Tiongkok, masuk menjadi salah satu pelajaran di sekolah dasar. Tujuannya menanamkan budaya leluhur kepada generasi muda.

Otoritas pendidikan di Provinsi Zhejiang, mengeluarkan buku panduan untuk kurikulum pendidikan pengobatan tradisional Tiongkok. Berlaku untuk sekolah dasar, rencananya akan diajarkan mulai dari kelas 5.

Buku tentang pengobatan tradisional telah diterbitkan, dan akan diterapkan pada semester tahun ini. Buku yang terdiri dari dua jilid itu, terdiri dari 36 sesi. Setiap siswa harus mengikuti satu sesi setiap pekan.

Ini sesuai dengan pernyataan Fang Jianqiao, pemimpin redaksi buku dan kepala Universitas Kedokteran China Zhejiang, seperti di tulis Qianjiang Evening News. Konten itu mencakup setiap aspek pengobatan tradisional, termasuk yayasan pengobatan, perawatan kesehatan, diet makanan, mood, akupuntur dan terapi pijat.

“Setiap sesi adalah cerita terpisah. Menyampaikan pengetahuan kedokteran Tiongkok yang terkait. Kami mengundang guru sekolah dasar Tiongkok untuk merevisi teks agar sesuai dengan standar bahasa,” jelasnya seperti dikutip China Daily, Kamis, 14 September 2017.

Sebanyak 100.000 eksemplar telah dikirim ke sekolah, dan 600.000 kopi masih dicetak. Hanya saja pelajaran pengobatan tradisoional itu tidak akan masuk dalam ujian sekolah. Pengajaran pengobatan itu bertujuan menanamkan budaya tradisional Tiongkok di kalangan anak muda.

Sekolah Dasar Dongcheng II yang berafiliasi dengan Hangzhou Normal University, telah menyatakan kesiapannya menerapkan kurikulum tersebut.

“Ilmu pengobatan tradisional Tiongkok memiliki sejarah ribuan tahun. Memiliki keseluruhan sistem dan filosofi. Ini merupakan harta yang sangat berharga bagi kami. Sayangnya, anak muda dan anak-anak kurang mempelajarinya. Ini dapat membantu siswa membanggakan budaya sendiri,” tutur Zheng Junhui, presiden sekolah tersebut.

Menurut Zheng, anak-anak sering terlibat bersinggungan dengan pengobatan tradisional Tiongkok atau pengobatan barat dalam kehidupan sehari-hari.

“Terkadang orangtua membujuk anak-anaknya untuk konsumsi makanan secara seimbang atau mengajak mereka melakukan goresan, akupuntur atau bekam. Mereka semua berada di bawah kategori medis tradisional Tiongkok.”

“Pelajaran ini memungkinkan mereka untuk memahami beberapa prinsip dasar dan dapat meningkatkan minat mereka terhadap budaya tradisional. Beberapa siswa mungkin mengabdikan diri untuk belajar dan melakukan penelitian lebih lanjut di masa depan . Ini akan baik untuk budaya tradisional,” lanjut  Zheng.