Tai Chi Menjanjikan untuk Rehabilitas Jantung?

2017-10-12 13:19:17
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Ilsutrasi gerakan tai chi, kini dianggap bisa menjadi rehabilitas untuk penderita jantung. (Istimewa)

BENARKAH tai chi bisa digunakan untuk rehabilitas penderita jantung? Jika benar, bisa menjadi alternatif baru bagi yang menolak rehabilitas biasanya.

Tai Chi, sebuah gerakan dalam olehraga tradisional dari Tiongkok. Melibatkan gerakan lambat dan lembut. Berdasarkan penelitian teranyar, ini bisa dijadikan untuk rehabilitas penderita sakit jantung. Gerakannya pun diyakini tak memberatkan para penderita.

Dalam sebuah penelitian yang dipublikasi di Journal of the American Heart Associatio, melibatkan 29 pasien penyakit jantung, jarang ada yang mau melakukan rehabilitas yang bisanya dilakukan tim medis. Kemudian periset menemukan, tai chi dapat menjadi alternatif, tanpa risiko tinggi dan efek samping.

Lebih dari 60 persen pasien menolak ikut rehabilitasi jantung, seringkali, mereka menganggap latihan fisik tidak menyenangkan. Bahkan, menyakitkan atau tidak mungkin mengingat kondisi fisik.

“Kami berpikir bahwa tai chi merupakan pilihan yang baik untuk orang-orang ini, karena dapat memulai dengan sangat perlahan dan sederhana,” kata Elena Salmoirago-Blotcher, penulis kesehatan dari Warren Alpert School of Medicine di Brown University, seperti dikutip People Daily, Kamis, 12 Oktober 2017.

“Latihan tai chi dapat mencapai tingkat intensitas rendah sampai sedang. Penekanan pada pernapasan dan relaksasi juga dapat membantu mengurangi stres dan tekanan psikologis," katanya.

Penelitian yang dilakukan di The Miriam Hospital di Providence, Rhode Island, melibatkan delapan wanita dan 21 pria, rata-rata berusia 67 tahun ke atas.

Sebagian besar dari mereka pernah mengalami serangan jantung, atau prosedur untuk membuka arteri yang tersumbat. Semuanya mengurangi rehabilitasi jantung, sehingga risiko lebih besar mengintai. Ditambah dengan kebiasaaan merokok, makanan tinggi kolesterol, kelebihan berat badan.

Untuk penelitian ini, mereka mengambil bagian dalam program yang lebih pendek dengan 24 kelas selama 12 pekan. Sementara program yang lebih panjang dengan 52 kelas selama 24 pekan. Semua peserta menerima DVD sehingga mereka bisa berlatih tai chi di rumah.

Selain membangun keamanan, hasilnya menunjukkan bahwa tai chi sangat disukai oleh peserta, yang semuanya mengatakan akan merekomendasikan hal ini kepada teman. Hasilnya menunjukkan tai chi bisa mengganti kegiatan kebugaran lain.

Salmoirago menambahkan, cukup banyak literatur yang mendukung manfaat dari tai chi untuk penderita penyakit jantung.

Sebagai contoh, sebuah meta-analisis baru-baru ini yang diterbitkan pada tahun 2016 menunjukkan bahwa latihan tai chi dapat memperbaiki fungsi fisik, kualitas hidup, depresi, dan tekanan darah pada pasien penyakit jantung.

Namun penelitian yang dilakukan, studi yang dilakukan baru sebatas kelayakan dan keamanan tai chi, bukan khasiat sepenuhnya.