China Town Art Culture, Penjaga Akulturasi Budaya Dari Glodok

Selasa, 03 April 2018 11:42:51
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : M. Nashrudin Al-Baany
Komunitas China Town Art Culture. (Fotografer1)

Akulturasi budaya antara Betawi dengan Tiongkok sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu. China Town Art Culture juga mengembangkan budaya yang ada.

JAKARTA – Sejak ratusan tahun silam, akulturasi kebudayaan Betawi dan Tiongkok sudah terjadi di Ibukota, bahkan jauh sejak masih bernama Sunda Kelapa. Banyak peninggalan akulturasi ini yang masih bisa kita rasakan dan lihat hingga saat ini, mulai dari makanan, seni, bahasa, hingga kawasan Pecinan, Glodok, Jakarta Barat. Kondisi ini yang melatar belakangi berdirinya China Town Art Culture.

Komunitas sosial kemasyarakatan ini hadir sebagai perkumpulan warga yang peduli akan nilai seni dan budaya, utamanya di kawasan Pecinan, Glodok, tanpa membedakan etnis, keturunan dan agama.cita-cita komunitas yang didirikan pada tahun 2016 ini adalah, menjadi wadah pemersatu keragaman budaya. “Kami ingin mengangkat ikon budaya yang ada di kawasan Chinatown yang selama ini seolah terlupakan, sekaligus memperkenalkannya kembali kepada masyarakat,” jelas Sekretaris China Town Culture Art Heru Prayitno.

Heru menuturkan, budaya Tionghoa seperti Gotong Toapekong (Kirab Budaya), Cap Go Meh, Barongsai, Koko Cici dan Pasar Malam merupakan ciri khas Jakarta Barat. Kebudayaan yang setiap tahun digelar di kawasan Glodok ini menjadi kebanggaan yang perlu dilestarikan. “Ini khasanah budaya yang ada pada kami,” tandasnya.

Lebih jauh ia memaparkan, komunitas ini memiliki 20 orang yang terdaftar dalam struktur pengurus. Sementara untuk anggotanya Heru menuturkan, anggota komunitas ini adalah seluruh masyarakat yang ada di kawasan Glodok, serta orang-orang yang peduli akan nilai budaya di kawasan China Town, Glodok, Jakarta Barat.

Ditambahkan olehnya, selain melestarikan akulturasi budaya, China Town Art Culture juga rutin mengadakan berbagai kegiatan sosial dan pendekatan ke masyarakat yang membutuhkan. “Selain itu, kami juga mengembangkan seni budaya untuk mendukung perkembangan ekonomi kreatif bagi masyarakat, untuk menunjang program pemerintah menuju ikon dunia pariwisata Indonesia,” pungkasnya.