Dari Sudiroprajan, Barongsai Macan Putih Sudiro Dikenal Luas

Rabu, 14 Februari 2018 19:53:25
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Barongsai Macan Putih Sudiro saat beraksi di Grebeg Sudiro 2018. (CHC Saputro)

Meski bermarkas di Sudiroprajan, Solo, anggota Barongsai Macan Putih Sudiro adapula yang dari luar Solo. Mereka bergabung karena suka Barongsai dan Liong.

SOLO – Kampung Sudiroprajan, Kecamatan Jebres,  Solo, merupakan lokasi pertama keturunan Tionghoa bermukim di Surakarta. Di lokasi yang terletak hanya beberapa ratus meter dari Pasar Gede ini, memiliki kelompok kesenian Barongsai dan Liong yang terkenal, Komunitas Barongsai Macan Putih Sudiro.

Macan Putih mulai berdiri sejak pertama kali kesenian Barongsai masuk Ke Indonesia. Para pemain yang bukan hanya etnis Tionghoa peranakan, tetapi juga ada dari suku Jawa. Macan Putih Sudiro kini memiliki personil puluhan orang dari yang anak-anak sampai dewasa.

Salah satu pengurus komunitas ini Slamet HS alias Hok Sun, para pemain dijadwalkan latihan selama dua kali seminggu di halaman Kelurahan, Sudiroprajan. “Meski namanya Macan Putih Sudiro, pemainnya tidak hanya dari kampung Sudiroprajan. Bahkan ada yang dari luar Solo, yang senanng dengan seni Barongsai” ujar Slamet.

Pria yang berayah Tionghoa dan ibu Jawa ini menambahkan, Barongsai dan Liong-Liong Macan Putih Sudiro dari Sudiroprajan ramai ditanggap saat Imlek dan Cap Gomeh. Atau biasanya juga ditanggap untuk keramaian lainnya dan saat ada orang yang buka usaha. “Barongsai melambangkan hewan naga yang dipercaya membawa hoki dan mengusir yang jahat,” tutup Slamet yang kesehariannya menjadi pengemudi pocokan ini.