Marriage Encounter, Membina Keluarga

2017-11-14 16:46:24
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Komunitas Marriage Encounter. (Dok. IndoChinaTown)

KELUARGA, unsur terpenting dalam menentukan baik atau tidaknya suatu gereja. Untuk mendukung peran keluarga dibentuklah Marriage Encounter.

Keluarga merupakan unsur yang paling berperan dalam menentukan baik atau tidaknya suatu gereja. Hubungan suami istri sebagai dasar keluarga. Untuk mendukung peran keluarga itu maka dibentuklah Marriage Encounter (ME). Penggagas awal komunitas tesebut adalah Pastor Gabriel Calvo di Barcelona pada 1952.

Tujuannya mengadakan pembinaan terhadap suami dan istri. Sukses berjalan di Spanyol, komunitas mulai diperkenalkan ke Amerika Latin dan pada 1971 menyebar ke seluruh dunia. Masuk ke Indonesia pada Juli 1975 atas prakarsa almarhum Mgr Leo Soekoto SJ.

“ME adalah komunitas pasutri (pasangan suami istri) Katolik. Berisi kegiatan-kegiatan umat Katolik. Tetapi tidak menutup kemungkinan ada agama lain yang bersedia bergabung, kami membuka pintu selebar-lebarnya. Komunitas ini memang lingkupnya internasional, hampir di setiap negara ada,” jelas Frans, salah satu anggota ME.

Dia menjelaskan agenda rutin yang diadakan bernama Weekend ME, para peserta akan diberikan latihan cara berkomunikasi. Bagaimana mengungkapkan dan bicara yang baik antara suami dan istri di dalam kamar masing-masing.

“Setiap tiga pasang suami istri akan dibimbing oleh satu pastor. Kegiatannya bukan kuliah psikologi atau pun pendalaman iman atau kitab suci. Tetapi membahas komunikasi antara suami dan istri,” ungkapnya.

Frans mengatakan, komunitas ME di Kelapa Gading baru-baru ini juga menggelar acara open house di Gereja Santo Yakobus. “Secara keseluruhan acara open house berjalan dengan lancar dan sukses. Semua anggota komunitas bekerja dengan kompak. Tujuan acara sendiri adalah menjaring calon anggota baru dan mendata ulang anggota lama yang sudah tidak aktif. Agar mucul dan aktif kembali,” jelasnya.

Frans berharap, dengan adanya komunitas ME akan membuat keluarga khususnya yang beragama Katolik lebih baik, dapat menikmati kebahagiaan dalam mengarungi bahtera rumah tangga.