Penggiat Wisata Semarang, Komunitas Multilintas

Selasa, 30 Januari 2018 13:56:16
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Komunitas Penggiat Wisata Semarang. (Istimewa)

KOMUNITAS Penggiat Wisata Semarang, perkumpulan tanpa memandang gender, usia, keturunan, suku, agama dan lainnya. Multilintas.

Komunitas Penggiat Wisata Semarang merupakan perkumpulan yang universal dan multilintas. Tanpa memandang gender, usia, keturunan, suku, agama dan lainnya. Bahkan, tidak memandang warna kulit. Terpenting setiap anggota suka pariwisata dan ingin menjadikan wisata di Kota Semarang jadi gayeng. Agar Semarang eksis dan menjadi tempat wisata pilihan pelancong. Bukan hanya dilewati.

Sehingga, jangan heran kalau pas kumpul-kumpul yang hadir ada pengusaha hotel, kafe, karaoke, travel, kuliner, fotografer, jurnalis, penulis blok ataupun stakeholder yang memiliki kaitan dengan kepariwisataan.

Pertemuan yang biasanya digelar satu kali dalam sebulan ini menghadirkan narasumber berganti-ganti. Membuka cakrawala jagad wisata Semarang tahun ini Komunitas Penggiat Wisata Semarang menghadirkan Soepriyanto GS dengan panggilan karib Prie GS yang sekarang lagi ngehit dan tentunya jadi ikon Semarang di belantara Indonesia. Ulin, panggilan karib Asrida Ulinuha, sebagai organizer merasakan “kecemasan”, karena yang diundang kali ini selebritas public spreaker  Prie GS.

Kumpul-kumpul atau Coffe Morning yang bertajuk ‘Optimisme di Tahun Wisata 2018’ ini berjalan lancar. Cair tak seserem tema yang diusung. “Lupakan judul pertemuan ini,” ujar Ulin ketika membuka obrolan pagi itu di Hotel Aston Inn, Pandaran, Semarang.

Dengan suasana yang akrab, jenaka, dan tanpa kesan menggurui Prie GS membuka jurus-jurus yang harus dimiliki, tak hanya di bidang pariwisata tetapi dijada yang lebih luas yaitu kehidupan. “Kalau mau sukses ya, harus Istiqomah,” ujar lelaki kartunis yang multitalent sambil membeberkan kiat-kiatnya.