Sanggar Serumpun Sebalai Perkenalkan Budaya Daerah Melalui Seni Tari

2017-07-12 09:55:13
Editor : Azis Faradi | Reporter : Nurrochmansyah
Anggota dan pengurus Sanggar Serumpun Sebalai, memperkenalkan budaya dan promosi daerah Bangka melalui tari. (Nurrochmansyah)

Perkenalkan budaya daerah bisa dengan berbagai cara. Salah satunya melalui seni tari, seperti yang dilakukan oleh komunitas Sanggar Serumpun Sebalai.

SANGGAR Serumpun Sebalai, merupakan komunitas sekalugus sanggar tari. Basecamp-nya di Anjungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Sanggar yang berdiri pada tahun 2012 ini hadir untuk perkenalkan dan mendalami budaya daerah, khususnya Bangka Belitung, terutama seni tari. Salah satu yang kerap dipelajari adalah Tari Sangit.

Tarian ini merupakan khas Bangka, hasil akulturasi budaya Melayu dengan Tionghoa. Biasa dimainkan dalam acara ulang tahun orang Tionghoa yang berusia uzur, sekitar 50 tahun ke atas. Tapi Tari Sangit mulai dipertunjukan saat acara formal.

Jumlah anggota Sanggar Serumpun Sebalai, yang aktif sekitar 12 orang. Mereka disebut sebagai anak didik.

“Untuk menjadi anggota sanggar kami tidak harus berasal dari Bangka Belitung. Masyarakat umum bisa menjadi anggota dan tidak ada batasan umur,” kata Ristia, Pejabat Pelaksana Teknis Anjungan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, saat bertemu Indochinatown.com, baru-baru ini.  

Biasanya, kata dia, peserta didik mendapatkan pelajaran tari 60 persen khas Bangka, dan sisanya 40 persen tarian dari daerah lain di Nusantara. Ristia menambahkan, kegiatan rutin selain latihan adalah performa dalam acara pesta pernikahan, kegiatan kantor, atau kegiatan daerah.

Menurut Ristia, ketika akan tampil, maka latihan dilakukan sesering mungkin. Seperti saat tampil dalam acara silaturahmi para perantau Bangka Belitung di Jabodetabek. “Persiapan Tari Sangit untuk acara ini, kami gencar latihan. Bahkan hingga malam hari.”

Ristia mengatakan, Sanggar Serumpun Sebalai selain sebagai komunitas seni, juga duta promosi budaya Bangka Belitung. “Ya ini kami memperkenalkan Bangka Belitung melalui seni tari.”