TarQTrek, Menjaga Persaudaraan Alumni SMA Tarakanita 1

2018-01-03 14:25:52
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Tim IndoChinaTown
TarQTrek. (Istimewa)

KOMUNITAS TarQTrek yang beranggotakan para wanita alumni SMA Tarakanita 1 dibentuk untuk mempererat persaudaraan dan tali silaturahmi.

Kegiatan trekking akan lebih sangat menyenangkan apabila dilakukan bersama teman. Kegiatan itulah yang dilakukan oleh komunitas TarQTrek. Nama komunitas ini disematkan oleh alumni SMA Tarakanita 1 Angkatan ’87 yang gemar melakukan trekking. Menariknya, anggota trekking ini adalah kaum wanita.

Founder TarQTrek Putri Timur menerangkan alasan dibentuknya komunitas ini adalah untuk kembali melakukan kegiatan fisik di alam. Selain itu, jika seseorang istri atau ibu memiliki kegiatan positif akan dapat memberikan inspirasi kepada keluarga serta lingkungan sekitarnya. “Hal ini terbukti dengan tergeraknya anak-anak kami untuk beraktivitas di alam seperti mendaki gunung atau menyelam. Mengingat, anak-anak zaman sekarang lebih sering beraktivitas di rumah dengan gadget,” ujar wanita berusia 49 tahun ini.

TarQTrek terbentuk pada 2015. Trekking pertama dilakukannya ke Gunung Batur, Bali yang diikuti oleh Telly, Tiana, Ula, Ria, dan Putri. Meskipun medannya tergolong berat dan minim persiapan, kegiatan yang baru pertama kali dilakukan cukup menyenangkan ketika mencapai puncak Gunung Batur. Trekking selanjutnya ke Gunung Ijin, Banyuwangi pada September 2015 bersama founder LovePink Indonesia Madaline Mutia.

Pada Maret 2016 kembali ke Gunung Batur dengan beberapa anggota dari angkatan ’86 dan’87. Selanjutnya, mereka juga trekking ke Gunung Semeru dan Gunung Prau. Untuk menjaga stamina yang stabil, biasanya anggota TarQTrek melakukan olahraga saat car free day (CFD) di minggu pagi.

Terkait anggota, hanya berisikan alumni SMA Tarakanita 1 dan tidak terbuka untuk umum. “Banyaknya alumni yang ikut trekking, memunculkan istilah di antara kami yakni Mountain Sistas. Kami bersaudara sejak sekolah dan sekarang membawa persaudaraan kami dengan melakukan pendakian ke gunung,” ujar wanita yang berprofesi sebagai legal consultant ini.