Widya Mitra Semarang, Suarakan Keberagaman dan Toleransi Dengan Budaya

2017-12-07 10:24:22
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Pengurus Widya Mitra Semarang foto bareng dengan peserta Heritage Walk ke-X (Istimewa)

DENGAN budaya, Widya Mitra Semarang kerap menyuarakan keberagaman dan toleransi melalui budaya.

Pusat Budaya, Widya Mitra Semarang merupakan lembaga budaya nirlaba yang menyelenggarakan beberapa kegiatan. Bersama dengan Pusat Budaya Belanda ‘Erasmus Huis’ di Jakarta, Widya Mitra kerap menyuarakan keberagaman dan toleransi melalui budaya.

Tak hanya itu, Widya Mitra Semarang juga menjunjung pelestarian warisan budaya dengan menggandeng beberapa lembaga, baik pemerintah, swasta, sekolah, perguruan tinggi, LSM hingga organisasi internasional.

Hal inilah yang membuat kiprah pusat budaya tersebut tak diragukan lagi kiprahnya di kancah budaya, baik nasional maupun internasional. Oraganisasi ini didirikan para 1995 di bawah naungan Yayasan Budaya Widya Mitra Semarang.

Berbagai kegiatan budaya telah digelar Widya Mitra Semarang. Bahkan, di markasnya ‘Galeri 360’, yang berada di Jalan MT Haryono 360, Semarang kerap digelar konser musik, mulai dari pop, jazz hingga klasik. Selain itu, digelar pula pameran seni rupa, fotografi, dan seni grafis.

Tak hanya itu, kegiatan ilmiah seperti seminar, simposium dan diskusi, pemutaran film, pertunjukan seni tari kotemporer hingga kolaborasi antara seniman Belanda dan Indonesia pernah diselenggarakan di Galeri 360.

Untuk acara tahunan, Widya Mitra Semarang menggelar Heritage Walk. Kegiatan yang telah memasuki tahun ke-X ini menjelajah Pecinan Semarang.

Yayasan Widya Mitra yang dikomando Widjajanti Dharmowijono ini juga memiliki perpustakaan dengan ratusan buku berbahasa Belanda, Inggris, dan Indonesia yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum.