Yayasan Fab Zhu Kung untuk Berbakti kepada Leluhur dan Sesama

2017-09-14 15:32:29
Editor : Azis Faradi | Reporter : Oktaviani
Pengurus dan anggota Yayasan Fab Zhu Kung Kota Singkawang. (Istimewa)

SEBUAH komunitas bernama Yayasan Fab Zhu Kung. Hadir untuk warga Tionghoa berbakti kepada leluhur dan sesama.

Yayasan Fab Zhu Kung berdiri di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, lima tahun yang lalu atau pada 2013. Sebagai wadah warga Tionghoa untuk berbakti kepada leluhur dan sesama. Menjadikan saran berbuat sosial.  

Liu Dji Lung, Ketua Yayasan Fab Zhu Kung, mengatakan, kegiatan bakti sosial kerap dilakukan, teruatama pada momentum spesial, seperti perayaan budaya dan ulang tahun yayasan. Seperti yang dilakukan pada Rabu, 13 September 2017.

Pada hari itu, sambungnya, yayasan mengadakan ulang tahun yang ke-5, mengisi dengan berbagai kegiatan sosial, salah satunya pembagian beras 15 ton. Tujuannya sebagai wujud kepedulian dan berbagi kasih kepada warga yang mengalami kesulitan ekonomi.

Dana untuk kegiatan bakti sosial, diperoleh dari sumbangan para donatur serta binaan Fab Zhu Kung yang tersebar di Kota Singkawang dan berbagai daerah di Indonesia. Ada dari Jakarta, Bekasi, Tanggerang, Bandung, Surabaya, Semarang, Yogyakarta, Medan dan Palembang.

Bahkan tidak sedikit diantaranya berasal dari luar negeri, yang notabene merupakan warga Tionghoa kelahiran Singkawang.

“Dalam pembagian paket beras ini, kami tidak mengkhususkan untuk warga Tionghoa, juga warga lainnya. Kegiatan bakti sosial pembagian beras akan terus kami laksanakan pada tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

Selain membagikan beras dengan total 15 ton kepada warga kurang mampu, yayasan ini juga membagikan sembako di Panti Werdha Sinar Abadi dan GSRI, Panti Kusta Alverno, dan Panti Asuhan Gloria. “DIlanjutkan pembagian kepada warga prasejahtra di daerah Tanjung Batu Dalam Kopisan, Kaliasin dan Lirang,” ungkapnya.

Pada perayaan ulang tahun itu, sebelumnya diadakan berbagai kegiatan, seperti kebaktian kepada Yang Mulia Dewa Fab Zhu Kung, pesta kembang api, atraksi barongsai, dan permainan rakyat. Ini sebagai bentuk bakti kepada leluhur. Ada juga jamuan hidangan vegetarian, sesuai dengan ajaran.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari semua yang hadir di sini. Mendoakan kami, senantiasa sehat serta sukses dalam menjalankan usaha,” katanya.