Aroma Menggoda dari Kopi Hasil Racikan Warkop Prosper

2017-07-17 09:54:16
Editor : Azis Faradi | Reporter : Aceng Mukaram
Pengunjung selalu ramai di Warkop Prosper. Pemicunya aroma yang menggoda dari kopi hasil racikan secara tradisional. (Aceng Mukaram)

Jika kebetulan ke Pontianak, coba mampir ke Warkop Prosper. Aroma yang diciptakan berhasil menggoda pengunjung, dari kopi racikan yang disajikan.

WARUNG Kopi (Warkop) Prosper terletak di Jalan Hijas, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Membuat racikan kopi yang mampu menggoda penikmat kopi, sekaligus menjadi buah bibir. Hampir setiap hari, selalu ramai oleh pengunjung.

Entah itu siang, sore atau malam hari, baik pada hari kerja dan libur. Menurut Khouw Tek Seng, pemilik warkop, usaha didirikan pada 3 Agustus 2015. Sejak pembukaan hingga sekarang, pengunjung yang datang semakin meningkat.

Bahkan, katanya, saking banyaknya pengunjung, kadang membeludak, melebihi daya tampung yang tersedia. Ini membuat Khouw dan karyawan kewalahan dalam melayani pengunjung dan pelanggan.

“Kami bagi jadi 3. Biasanya Selasa sampai Sabtu siang relatif. Estimasi saya kisaran 100-an orang berkunjung,” tuturnya, Senin (17/7/2017).

Dia mengungkapkan, biasanya pengunjung yang datang pada siang hari lebih cenderung untuk menikmati istirahat, sambil menikmati kopi hasil racikan para barista. Kalau yang sengaja datang untuk nongrong menghabiskan waktu, kebanyakan pada sore dan malam hari.

Rasa kopi dan tempat yang nyaman membuat Warkop Prosper menjadi terkenal. Banyak yang merekomendasikan kepada teman atau kerabat. Dia mengakui, promosi via mulut ke mulut lebih efektif meningkatkan jumlah tamu yang datang.

Yang datang menikmati kopi, sambungnya, bukan hanya warga Pontianak dan sekitarnya, tapi dari daerah lain. Bahkan ada juga datang dari luar negeri, karena kebetulan lagi liburan di Pontianak.

“Kami pernah melayani tamu dari luar megeri. Dari Tiongkok, India, Australia, Inggris, Selandia Baru. Terakhir dari Argentina,” jelasnya.

Kopi yang disajikan Khouw dikenal dengan sitilah Kopi Kampung. Ini menjadi andalan, karena paling banyak diminati para pengunjung. Ini merupakan hasil perpaduan, biji kopi dari Sumatera, lalu disangrai dengan cara khas Pontianak, terutama warga Tionghoa setempat.

“Begitu juga dengan penggilingan, cara masyarakat Pontianak. Kopinya jenis robusta dari Palembang.”

Untuk omzet, Khow rata-rata meraup minimal Rp 2 juta per hari. Kenaikan dan penurunan pendapatan tergantung dari cuaca. Dalam pelayanan, selain dibantu pegawai, juga keluarga dekat, seperti ayah, saudara dan istrinya.  

“Ayah saya sebagai pemberi saran. Khususnya trik dalam pelayanan dan pembelian bahan.  Istri juga ikut bantu. Abang juga turut. Selain dibantu 6 karyawan di Warkop Prosper.”