Bakpao Afong Bangka, Pusatnya Jajanan Khas Tionghoa

2017-10-05 13:24:04
Editor : Azis Faradi | Reporter : Oktaviani
Bakpao Afong Bangka, jajanan khas warga Tionghoa yang tetap menggoda untuk disantap. (Istimewa)

HAMPIR semua kenal dengan Bakpao Afong di Bangka Tengah. Sebagai tempat mencari jajanan khas masyarakat Tionghoa yang telah ada sejak dahulu.

Jika kebetulan ke Bangka Tengah, cobalah untuk datang ke Bakpao Afong. Dikenal sebagai pusat jajanan khas masyarakat Tionghoa. Letak gerainya di Jalan Beluluk, Pangkalan Baru, Bangka Tengah. Kini dikelola oleh generasi keempat.

“Bakpao ini merupakan usaha turun-temurun keluarga. Sekarang saya yang meneruskannya, sudah generasi keempat,” tutur Feri, pemiliki Bakpao Afong.

Bakpao yang  dihadirkan, sambungnya, memiliki rasa lezat dengan harga terjangkau. Ini membuat banyak penggemarnya. Mulai dari anak-anak, dewasa, hingga orangtua.

“Kami menyediakan dua jenis bakpao dengan isi yang berbeda. Isi daging babi dan kacang hijau. Ada yang ukuran sedang dan besar. Untuk yang sedang harganya Rp 4 ribu, sedangkan yang besar Rp 6 ribu,” jelasnya.

Feri menambahkan, Bakpao Afong tetap konsisten menghadirkan dua jenis produk, dan tak tergoda untuk mengganti isinya, seperti penjual lainnya. Konsisten tersebut dilakukan, sesuai dengan awal kelahiran bakpao di Tiongkok.

Waktu itu menggunakan daging babi, kemudian berkembang dengan mengganti isi menggunakan daging ayam, sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, kacang azuki, kacang hijau, dan lain-lain.

Sejarah bakpao mulai pada zaman Zhuge Liang (181-234), ahli militer. Ketika meminta pasukannya berburu hewan, lalu membungku dagingnya menggunakan adonan tepung dan dibentuk seperti kepala manusia. Sejak saat ini, lahir sebagai salah satu jajanan, pengganti makanan utama.

Di Indonesia, nama bakpao merupakan adopsi dari bahasa Hakka. Bak artinya daging dan pao bungkusan. Jadi bakpao berarti bungkusan berisi daging.

Car membuat bakpao cukup sederhana, daging atau sayuran di bungkus oleh adonan tepung yang telah dikasih ragi. Setelah itu sampai matang. Untuk membedakan isinya, tanpa daging biasanya di atasnya diberi titik warna.