Berburu Kuliner Tionghoa Legendaris Di Gang Kalimati

Kamis, 05 April 2018 15:46:21
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Oktaviani
Nasi Campur di Gang Kalimati, Pecinan Glodok, Jakarta Barat. (Oktaviani)

Gang Kalimati relatif sempit tempatnya. Namun, di dalamnya berjejer penjual kuliner Tionghoa yang lezat dan sayang dilewatkan. Beberapa di antaranya legendaris.

JAKARTA – Kawasan Pecinan Glodok, Jakarta Barat sejak dulu terkenal sebagai salah satu peninggalan sejarah kebudayaan Tionghoa, sekaligus tempat pelestarian berbagai budaya Tionghoa, termasuk kuliner Tionghoa, dimana terdapat banyak kuliner legendaris di kawasan ini. Berbicara mengenai kuliner Tionghoa, ada satu kawasan yang wajib disambangi saat ke Pecinan Glodok, yakni Gang Kalimati.

Meski berupa lorong yang sempit, namun di dalam Gang Kalimati terdapat deretan pedagang yang menjajakan kuliner yang lezat. Layaknya kawasan Pecinan, maka nuansa Tionghoa sangat kental di Gang Kalimati. Bukti sejarah ada di berbagai sudut. Salah satu yang paling khas adalah bangunan bergaya klasik lengkap dengan lampion dan jembatan merah.

Bangunan tersebut dulunya adalah toko bernama Tjang Thjang Se, khusus menjual berbagai produk makanan dari luar negeri, seperti China dan Inggris. Berkunjung ke Gang Kalimati sebenarnya bukan hanya memberikan kepuasan dalam hal kuliner, tetapi juga menjadi ajang wisata sejarah.

Ada banyak kuliner yang bisa  dicoba. Di depan gang persis biasanya ada penjual Ci Cong Fan, makanan khas yang mirip Kwetiaw. Rasanya lezat, karena terbuat dari tepung beras dengan sedikit tambahan kanji. Kemudian disajikan dengan kecap asin, sambal, hingga taburan bawang goreng. Jika ingin membeli, datanglah saat pagi hingga siang, karena sore biasanya sudah habis. Penjualnya menggunakan gerobak sederhana.

Sebenarnya pilihan makanan di sini cukup banyak, dari yang halal hingga non halal. Jika ragu, bisa tanyakan terlebih dahulu kepada penjualnya. Mereka semua akan menjawab dan melayani dengan ramah. Kalau lapar sudah mendera, tinggal pilih menu yang paling disukai. Misalnya, Nasi Campur legendaris yang seporsinya dihargai Rp 32 ribu saja. Di dalamnya terdapat daging babi kecap, babi merah dan telur kecap serta sambal kacang. Penjualnya adalah Ibu Alian yang berjualan sejak tahun 2002. “Dari pagi pukul 07.00 WIB sudah mulai banyak yang datang membeli untuk sarapan. Menjelang makan siang semakin ramai dan biasanya sekitar pukul 13.00 WIB sudah habis,” ungkapnya.

Selain beberapa makanan di atas, masih banyak kuliner Tionghoa legendaris lainnya yang ada di Gang Kalimati. Jadi, tunggu apa lagi, segera datang dan nikmati berbagai sajian istimewanya.