Cafe Corner, Tempat Asyik Nikmati Kopi Sembari Nongkrong di Pontianak

2017-07-11 10:39:40
Editor : Azis Faradi | Reporter : Aceng Mukaram
Lim Su Hong (kanan), merupakan pendiri Cafe Corner, tempat nikmati kopi. Bisa sekaligus nongkrong bareng teman atau saudara di Pontianak. (Aceng Mukaram)

Lim Su Hong merupakan pemilik dari Cafe Corner. Dia berhasil membuat kafe menjadi tempat asyik untuk nikmati kopi. Sembari nongkrong di Pontianak.

LEBIH dari 10 tahun lalu, tepatnya pada bulan Agustus 2003, adalah waktu yang bersejarah bagi Lim Su Hong. Kenapa? Karena di bulan itulah pria berusia 47 tahun ini mulai menekuni sebuah warung kopi di Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. 

Diberi nama Cafe Corner. Awalnya warung kopi ini kecil, tapi sekarang sudah besar. Masyarakat Pontianak juga sudah sangat tahu keberadaan warung kopi ini.

Untuk memanjakan pengunjung, Lim Su Hong menyediakan wifi di warung kopinya. Para pengunjung bisa datang membawa komputer jinjing dan bebas berselancar di dunia maya. Sambil menikmati suguhan kopi yang dipesannya.

Ide awal mendirikan warung kopi ini muncul saat ia bersama keluarga tengah plesiran ke Tiongkok. Ia melihat banyak orang di sana datang ke warung kopi sembari menonton pertandingan sepak bola.

Dari situlah akhirnya tercetus pemikiran untuk membangun usaha serupa di Pontianak. Meski warung kopinya ini dengan konsep modern, namun Lim memberi penekanan tradisional untuk model penyuguhan.

“Saya tidak menghilangkan ciri khas pembuatan kopi tradisional yang memakai tempat yang terbuat dari tembaga asal Hainam. Kebetulan kakek saya berasal dari Hainam dan daerah tersebut sangat terkenal dengan kopinya. Model di sana kemudian saya bawa ke Pontianak,” Lim Su Hong menjelaskan.

Lim mengatakan, dari usaha warung kopinya ini setiap hari ia bisa meraup keuntungan puluhan juta rupiah.  Hal ini bisa ia capai karena volume pengunjung yang mendatangi selalu ramai.

Selain dari warga Pontianak, banyak wisatawan asing juga berkunjung untuk menikmati seduhan kopi di warungnya.

“Ya mungkin mereka mencari suasana  lain di warung kopi saya ini.  Saya bahkan sampai mendapat penghargaan warung kopi terbaik dari Pemerintah Kota Pontianak pada tahun 2011 dan 2013,” terangnya.

Lim menceritakan, semua kesuksesan yang ia raih dari usahanya ini tidak lepas dari kesabaran dan keuletannya menjaga kualitas pelayanan dan mutu kopi. Dengan harga secangkir kopi terjangkau, Lim berupaya semaksimal mungkin memberikan nilai kepuasan yang lebih kepada setiap pengunjungnya.

“Selalu mengedepan kan pelayan terbaik bagi setiap pengunjung adalah salah satu tantangan bagi saya dalam berusaha. Saya selalu mengevaluasi pelayanan saya kepada pengunjung agar makin meningkatkan lagi ke depannya.”