Ini 10 Kuliner Nusantara Yang Dipengaruhi Budaya Tiongkok

Jumat, 20 April 2018 10:41:17
Editor : Fauzi Iyabu | Sumber : DBS.
Wedang Ronde, salah satu kuliner silang budaya yang digemari di Indonesia. (Istimewa)

Tanpa disadari, banyak kuliner Nusantara yang dipengaruhi Budaya Tiongkok. Mulai dari makanan utama seperti mie dan soto hingga bakpao dan tauco.

JAKARTA – Selain akulturasi dalam kebudayaan yang memiliki nilai seni, akulturasi antara budaya Nusantara dengan budaya Tiongkok juga menyentuh budaya kuliner. Akulturasi ini sudah terjadi sejak ratusan tahun lalu. Dan, hingga kini ada beragam kuliner hasil percampuran budaya Nusantara dengan budaya Tiongkok. Berikut 10 jenis kuliner Nusantara yang dipengaruhi akulturasi dengan budaya Tiongkok.

1.Mie. Di Tiongkok, Mie adalah kuliner khas masyarakat di wilayah pesisir, seperti di Fujian atau Guangdong. Jenisnya pun beragam, ada bihun/mihun (Mifen), Ifumie, Kwetiau, Lamian dan Misoa (You Mian). Dan, semua jenis mie ini ada dan digemari di Indonesia.

2.Lumpia (Run Bing). Ini merupakan panganan tradisional khas Tionghoa, khususnya bagi orang Hokkian (Fujian) yang disebut dengan Lun Pia atau kue bulat. Dalam dialek Khek/Hakka Lumpia disebut Pokpia. Di Indonesia, makanan ini cukup terkenal, sebut saja Lumpia Semarang yang kesohor.

3.Soto. Pakar Sejarah Maritim Asia Denys Lombard dalam bukunya ‘Nusa Jawa: Silang Budaya’ menuliskan, makanan yang satu ini berasal dari Tiongkok yang bernama Caudo. Di Indonesia sendiri, ada sekira 40 jenis soto yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

4.Cap Cai. Dalam bahasa Tiongkok, makanan yang satu ini disebut Za Cai dalam dialek Hokkian yang artinya 10 Macam Sayuran. Di Indonesia, Cap Cai digemari berbagai kalangan, bisa menjadi menu pembuka, menu utama maupun menu pendamping.

5.Tauco. Kuliner yang sudah ada sejak zaman Dinasti Zhou (722-481 SM) ini diklaim sebagai bumbu olahan tertua di dunia yang dibuat oleh manusia. Dalam bahasa Tiongkok, Tauco disebut Doujiang. Di Indonesia sendiri, Tauco diperkenalkan oleh Tan Ken Yan pada tahun 1926 di Cianjur, Jawa Barat.

6.Bakso. Kuliner yang satu ini juga menjadi favorit orang Indonesia. Umumnya terbuat dari daging sapi, namun ada juga yang terbuat dari daging ikan dan ayam. Di Tiongkok, Bakso dikenal dengan nama Rou Wan dalam dialek Hokkian. Biasanya terbuat dari campuran daging babi giling dan tepung tapioka.

7.Siomay. Di Tiongkok, panganan yang memiliki nama Shaomai ini merupakan salah satu jenis Dim Sum yang populer. Kulitnya terbuat dari pangsit. Di Indonesia, ada beragam jenis dan isi Siomay.

8.Ronde. Dalam budaya Tionghoa, ada satu festival yang terkenal yakni Festival Ronde. Dalam bahasa Tiongkok, Ronde disebut Tangyuan yang berarti reuni bersama keluarga. Ya, dalam Festival Ronde, ada satu tradisi dalam keluarga Tiongkok, yakni membuat dan menyantap ronde bersama sanak-famili.

9.Batagor. Di Indonesia, kuliner ini terkenal dari Bandung, Jawa Barat. Padahal, kuliner yang terbuat dari tahu dan digoreng bersama tepung ini berasal dari Tiongkok.

10.Bakpia. Sering disebut Bakpia atau Bakpao, kuliner ini memiliki nama Tiongkok Baozi. Terbuat dari adonan roti yang diisi dengan daging babi dan dikukus, Bakpia atau Bakpao umumnya disantap warga Tiongkok saat sarapan. Kuliner ini juga digemari di Indonesia, hanya isinya divariasikan dan disesuaikan, ada yang daging ayam, daging sapi, kacang hijau, hingga selai aneka rasa.

Selain sepuluh jenis kuliner di atas, masih banyak kuliner Nusantara lainnya yang dipengaruhi budaya Tiongkok. Mengingat kuatnya [engaruh budaya Tiongkok di Indonesia sejak ratusan tahun silam.