Ini Asal Mula Kuliner Khas Makassar Mie Titi

Selasa, 13 Maret 2018 14:24:38
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Mie Titi, kuliner khas Makassar yang sudah ada sejak tahun 1950-an. (Istimewa)

Sebagai kuliner khas Makassar, Mie Titi memiliki sentuhan citarasi kuliner Tionghoa. Dirintis sejak tahun 1950-an dan terus berkembang hingga saat ini.

MAKASSAR – Makassar terkenal sebagai salah satu daerah di Nusantara yang memiliki beragam kuliner khas. Satu di antaranya adalah Mie Titi. Kuliner khas Makassar yang memadukan mie kering dengan kuah kental ini sudah kesohor ke penjuru Nusantara. Konon, mie ini diperkenalkan kali pertama oleh Ang Kho Tjao, warga keturunan Tiongkok yang tinggal di Makassar, Sulawesi Selatan.

Bagi warga Tionghoa Makassar di era 1950-an, khusunya di kawasan Pecinan, Angko Tjao, adalah pedagang mie khas. Saat itu, warga sekitarnya menyebutnya, mi dadar atau mi yang digoreng dengan sedikit minyak, lalu ditekan-tekan wajan hingga gepeng menyerupai telur dadar. Mi bakar atau goreng adalah masakan khas Tionghoa Kwantong. Sedang mi goreng sedikit basah adalah masa khas Tionghoa Hokkian.

Titi pun bukan sebutan orang atau nama diri. Dalam bahasa Tionghoa, Titi berarti adik laki-laki.  Hingga kini Mie kering asal Makasar itu pun terkenal dengan nama Mie Titi. Ang Kho Tjao kemudian mewariskan resep kuliner ini kepada ketiga anaknya dan kemudian  Mie Kering mulai terkenal sejak tahun 1970-an.

Setelah Ang Kho Tjao meninggal,  bisnis Mie Kering dilanjutkan oleh anak-anaknya secara mandiri.  Titi itu adalah yang paling populer di Makassar, maka nama ‘Mie Titi’ menjadi identik dengan Mie Kering Makassar. Mie Kering di Makassar yang terkenal ada 4 yaitu Mie Titi, Mie Awa, Mie Hengky, dan Mie Anto.

Kalau ingin menikmati  Mie Titi di tempat asalnya, kalau ke Makasar jangan lupa singgah di Mie Titi yang berlokasi di Jalan  Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar. Konon rasa dari Mie Kering ini cukup istimewa dan tak kan didapatkan pada mie lainnya. Harganyapun cukup terjangkau, untuk satu porsi Mie Kering ini dijual seharga 15 ribu hingga 20 ribu rupiah. Sangat murah jika dibandingkan dengan cita rasanya yang istimewa. Tertarik mencoba kuliner khas Makassar satu ini?