Kedai Kurcaci, Masakan Khas Bandung

2017-11-10 13:02:41
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Kedai Kurcaci. (Dok. IndoChinaTown)

AWAl berdiri, Kedai Kurcaci hanya menjual siomay dan batagor. Masakan khas Bandung.

Kedai Kurcaci hadir di Kelapa Gading pada 2005. Kafe yang mengusung masakan khas Bandung ini sudah memiliki cabang di Mal Kelapa Gading dan Mal Artha Gading. Lanny Liparissa, pemilik Kedai Kurcaci mengatakan, pada awal berdiri, makanan yang dijual hanya siomay dan batagor. Masakan khas Bandung

“Dengan berjalannya waktu, setiap tahun selalu menambahkan satu atau dua menu baru. Hal ini untuk mengantisipasi agar pelanggan tidak bosan. Kalau ada menu yang bahannya sulit didapat, maka menu tersebut akan dihilangkan,” ujarnya.

Dia menambahkan, ide mendirikan Kedai Kurcaci berawal dari kecintaan memasak dan berwisata kuliner, terutama makanan khas Bandung. “Suami saya orang Bandung. Jadi memang sudah familier dengan makanan sana. Nama Kedai Kurcaci merupakan saran dari suami, karena saya sering memanggil anak-anak dengan sebutan kurcaci,” tuturnya.

Bicara soal menu, selain siomay dan batagor, yang menjadi favorit adalah ronde jahe, nasi tim, dan bubur ayam kampung. Untuk minuman, tersedia aneka jus segar, cappucino, jeruk murni, yoghurt, dan lain-lain. Untuk urusan harga, makanan dibanderol mulai dari Rp 18 ribu hingga Rp 35 ribu. Minuman dari Rp 7 ribu—Rp 20 ribu.

Menurutnya dalam bisnis kuliner itu yang terpenting harus memiliki identitas dan ciri khas. “Misalnya, masakan khas Yogyakarta, angka, atau daerah lain. Saya optimistis bisnis kuliner masih terus berjalan, karena makanan adalah kebutuhan pokok kita sehari-hari,” katanya.

Sementara itu, dalam menyikapi persaingan, dia konsisten mempertahankan kualitas rasa dan meningkatkan pelayanan. “Bersaing secara sehat. Saya menekankan rasa dan tampilan yang menarik. Kami menggunakan bahan baku yang terbaik. Kalau masalah harga relatif,” pungkasnya.