Mengenal Kue Ku, Kuliner Panjang Umur

Selasa, 03 April 2018 15:18:34
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Kue Ku. (Istimewa)

Memiliki bentuk seperti Kura-Kura yang panjang umurnya, Kue Ku pun selalu dihadirkan saat sembahyang dengan harapan memperpanjang umur orang yang sembahyan

JAKARTA – Panganan bernama Kue Ku ini memiliki keistimewaan, dimana selalu hadir dalam beragam ritual Tionghoa, mulai dari kelahiran, ulang tahun, pernikahan, Imlek hingga Cap Go Meh. Memiliki warna merah merona, kue ini menandakan keriangan dalam perayaan orang Hokkian. Tak hanya itu, kue berbentuk Kura-Kura ini juga sering dianggap sebagai perlambang panjang umur. Ya, saat sembahyang, orang Tionghoa menyajikan kue ini dengan pengharapan, memiliki umur panjang seperti Kura-Kura yang memiliki rentang usia 80-100 tahun.

Disigi dari berbagai sumber, ihwal Kue Ku dalam sembahyang ini bermula saat Kura-Kura yang biasanya dijadikan sebagai sajian dalam sembahyang sehabis musim panen, habis dan tidak bisa dijadikan sebagai sajian sembahyang. Sebagai gantinya, orang-orang membuat kue dari ketan dengan menggunakan cetakan sederhana. Kisah ini disebutkan bermula di Tiongkok Selatan.

Jajanan basah ini terbuat dari ketan yang ditumbuk sampai halus dan kemudian diberi warna merah. Lalu, dibentuk bola yang berisi ‘lumpur’ kacang hijau. Mirip dengan Onde-Onde, namun kue ini tidak digoreng. Lantas, kue ini kemudian dimaukkan dalan cetakan kayu dengan ukiran bermotif Kura-Kura an diketokan di atas meja. Tak heran jika kue ini sering pula disebut Kue Tok.

Dirangkum dari berbagai sumber, Kue Ku yang diyakini sebagai kue panjang umur ini merupakan jajan pribumi Bangsa Yue (Viet) yang sudah ribuan tahun berbudaya beras, sebelum kedatangan Tionghoa. Dari sini, kue tersebut menyebar ke Taiwan, Filipina, Malaysia, hingga Nusantara.