Sukiyaki 46, Tempat Makan Khas Jepang Resep Keluarga

2017-10-03 11:18:55
Editor : Azis Faradi | Reporter : Oktaviani
Menu unggulan di Sukiyaki 46, tempat makan khas Jepang dengan citarasa lezat dari resep keluarga sejak tahun 70-an. (Istimewa)

TAHUKAN Anda tempat makan khas Jepang di Jakarta? Coba datang ke Sukiyaki 46, menonjolkan citarasa dari resep keluarga turun-temurun.

Lebih dari 40 tahun silam, kakek Marco mungkin tak pernah membayangkan warung kaki lima Sukiyaki 46 di Gunung Sahari akan seramai sekarang. Tempat makan masakan khas oriental, terutama Jepang dengan resep keluarga.

Dari jualan di Gunung Sahari, pindah ke Pecenongan. Di tempat yang baru ini nama usaha kuliner itu mulai dikenal masyarakat. Setelah survive, pengelolaan Sukiyaki 46 diteruskan oleh ayah Marco, hingga kegiatan bisnis terhenti, karena ada masalah.

Marco, sebagai generasi ketiga, sepertinya tak rela membiarkan Sukiyaki 46 mati begitu saja. Ia memutuskan untuk membuka kembali dengan lokasi anyar di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Oktober 2015. “Saya meneruskan bisnis keluarga yang sempat vakum sekitar dua tahun.”

sukiyaki 46 khas jepang

Alasan pemilihan Kelapa Gading bukan tanpa sebab. Menurut Marco, Kelapa Gading merupakan pusat pemukiman dan bisnis yang menjanjikan untuk segala jenis usaha termasuk kuliner. Bahkan dalam perkembangannya, daerah yang dijuluki sebagai Kepala Naga ini menjadi pusat kuliner di Jakarta Utara.

“Kelapa Gading memiliki pangsa pasar yang luas. Apa saja tersedia, mulai dari kuliner, sekolah, otomotif, dan lain-lain. Ini seperti membentuk kota sendiri. Potensinya sangat besar,” ungkapnya.

Oleh karena itu, sambungnya, banyak juga yang memilih bisnis kuliner, mulai dari khas nusantara, western, hingga Jepang. Seiring dengan itu, persaingan untuk memperebutkan konsumen di Kelapa Gading semakin sengit. Menawarkan berbagai keunggulan. Ia merasa tak takut dengan kondisi itu.

“Persaingan itu pasti ada. Terpenting kami bisa menjaga kualitas makanan dan memberikan pelayanan yang terbaik untuk pelanggan,” tegasnya.

Dalam memasarkan bisnis, Marco selain menawarkan rasa khas resep keluarga, juga mengikuti perkembangan  teknologi, terutama media sosial. Dia aktif berpromosi di Instagram, hingga bekerja sama dengan situs pusat informasi kuliner Zomato.

Dia mencontohkan, salah satu resep keluarga yang masih dipertahankan adalah citarasa menonjolkan kuah kaldu ayam dan sambal. “Kuah kaldu ayam tidak begitu kental, tetapi tetap gurih. Sambalnya pun lezat. Ada sambal panggang untuk barbeque, sambal kuah, dan khas Thailand.”

Untuk menu makanan Jepang, tersedia beragam varian, antara lain daging sapi, udang, kangkung pecai, jamur enoki, tahu baso kepiting, tahu baso seafood, tahu jepang, dan fish dumpling.

Urusan harga makanan tak terlalu mahal, dibanderol mulai dari Rp 23 ribu untuk jenis daging, dan Rp 9 ribu untuk sayuran. “Selain itu, kami juga menyediakan paket. Ada paket dua orang dengan harga Rp 95 ribuan, dan paket empat orang dengan harga Rp 190 ribuan.”