Yuk Cicipi Kelezatan Swike Pimbak Pecinan Semarang

Jumat, 27 April 2018 11:26:44
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Kuliner peranakan khas Semarang Swike Pimbak. (CHC Saputro)

Swike Pimbak yang terbuat dari daging Bulus ini sangat digemari warga peranakan di Semarang dan mudah ditemukan di kawasan Pecinan Semarang.

SEMARANG – Selain Swike yang berbahan dasar paha kodok dan menjadi kuliner khas Tionghoa Indonesia, ada pulu Swike lainnya di kawasan Gang Pinggir, Pecinan Semarang, Jawa Tengah. Namanya, Swike Pimbak juga menjadi salah satu makanan khas warga peranakandi Semarang.

Bahan utama kuliner yang satu ini adalah Bulus atau Kura-Kura Air Berpunggung Lunak yang biasa dikenal dengan sebutan Labi-Labi. Kura-kura yang hidup di air tawar ini mempunyai diameter punggung mencapai seratus sentimeter, meskipun biasanya hanya mencapai 60 sentimeter saja.

Bulus yang akan dijadikan bahan masakan, biasanya ditampung dalam kolam yang terpisah. Untuk proses penyembelihannya, menggunakan teknik tertentu untuk menghindari gigitan binatang tersebut. Sebelum disembelih, kepala biasanya ditarik keluar menggunakan kawat besi untuk diiris atau diolor lehernya. Setelah mati, bulus tadi lantas dikuliti dan dipisahkan antara cangkang dengan dagingnya.

Selanjutnya daging bulus mulai diolah. Hal pertama yang dilakukan biasanya merebus daging bulus dan dibacem dengan bumbu khusus menggunakan perpaduan bahan rempah seperti jahe, garam dan kecap.

Setelah pembaceman selesai, kemudian daging ditiriskan. Daging yang sudah melalui proses pembaceman kemudian dimasukan kedalam kuah khusus yang telah disiapkan dalam kuali untuk dimasak.

Di Gang Pinggir, Pecinan Semarang, Swike Pimbak mudah di temui. Salah satu penjual Swike Pimbak Sarwan menuturkan, rata-rata mampu menjual sedikitnya delapan kilo daging bulus setiap hari. “Satu porsi swieke daging bulus ini dijual dengan harga dua puluh tujuh ribu rupiah saja,” singkatnya.