Chrisye, Sang Musisi Legendaris Bersuara Emas

2017-10-03 10:52:09
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Chrisye sang musisi legendaris (Istimewa)

SIAPA yang tak kenal dengan Chrisye, dikenal sebagai sang musisi yang legendaris, bersuara emas. Menghasilkan lagu yang awet sepanjang masa.

Chrisye, punya nama lengkap Chrismansyah Rahadi. Sang penyanyi sekaligus pencipta lagu ini dikenal sebagai musisi legendaris bersuara emas. Hampir semua lagu yang dihasilkan menjadi hits sepanjang zaman. Melintas beberpa generasi di Indonesia.

Dia punya karakter khas dalam penyajian lagu-lagu. Memadukan syair indah bersama dengan suara merdu. Melahirkan lagu yang tak lekang oleh waktu. Awalnya, ia menutup ke-tionghoa-annya, karena trauma masa kecil. Kerap dipanggil Cina saat masih bersekolah.

Pada awal berkarier di dunia musik, tak ada yang tahu kalau Chrisye adalah Tionghoa, kecuali keluarganya. Ayahnya bernama Laurens Rahadi (Lauw Tek Kang) dan ibunya Hanna Rahadi (Khoe Hian Eng).

Chrisye, lahir di Jakarta pada 16 September 1949, kemudian meninggal pada 30 Maret 2007. Saat itu usianya 57 tahun. Ia mangkat, meninggalkan karya musik yang abadi, seperti “Lilin-lilin Kecil”, “Badai Pasti Berlalu”, atau “Kisah Kasih di Sekolah”.

Bahkan ada beberapa lagu yang menjadi arasemen musisi terkini. Dibawakan dengan karakter berbeda, tapi roh lagu itu tetap milik Chrisye. Sebagai penyampai pertama kepada telinga masayarakat Indonesia.

Sedari remaja, ia sudah tertarik dengan dunia musik, bermain band dengan kakaknya Joris. Akhir 1960-an, bermain di band Sabda Nada, kemudian berganti nama menjadi Gipsy. Untuk memperdalam kemampuan bermusik, ia pilih nge-band di New York, Amerika Serikat.

Setelah sekian lama menebar syair-syair lagu di Negeri Paman Sam, dia pilih untuk pulang. Coba bermain musik, menggandeng Guruh Soekarnoputra, anak Presiden Soekarno. Keduanya berkolaborasi menghasilkan album indie bertajuk Guruh Gipsy pada tahun 1976.

Album tersebut diterima pasar. Setahun kemudian, dia mencoba untuk melempar karya berjudul "Lilin-Lilin Kecil", bersama album Badai Pasti Berlalu. Ternyata kedua karya tersebut mendapatkan tempat di hati penikmat musik. Membuat Musica Studios, perusahaan rekaman ternama, menggaet, dan melahirkan album solo perdana bertajuk Sabda Alam pada tahun 1978.

Sejak saat itu, satu per satu lagu dan album lahir dari suara Chrisye. Dalam 25 tahun berkarier, ia telah berhasil menelurkan 18 album solo. Anak kedua dari tiga bersaudara ini menjadi mualaf pada tahun 1982, karena menikah dengan gadis Padang bernama Gusti Firoza Damayanti Noor.

Dari pernikahan tersebut, Chrisye mendapatkan 4 anak, salah satunya kembar. Setelah malang melintang di belantika musik Indonesia, ia ternyata mengidap kanker paru-paru. Penyakit itu ternyata membuatnya harus berhenti berkiprah, dipanggil Tuhan untuk menghadap, meninggalkan jejak musik yang abadi.

Setelah 10 tahun meninggal dunia, perjalanan hidup sang musisi legendaris bersuara emas ini coba diabadikan dalam film Chrisye yang disutradarai oleh Rizal Mantovani, produksi MNC Pictures. Rilis pada September tahun 2017.