Mei Lan Fang, Maestro Opera Tiongkok

2017-10-25 18:12:49
Editor : Porwanto | Sumber : Oktaviani/DBS
Untuk mengenang sang maestro opera Tiongkok ini, sutradara kenamaan Tiongkok Chen Kaige membuat film biografi Mei Lan Fang. (Istimewa)

Film biografi Mei Lan Fang didedikasikan untuk mengenang sang maestro opera Tiongkok ini

Mei Lan Fang lahir pada 22 Oktober 1894. Dia memang berasal dari keluarga pemain opera Tiongkok. Kakek buyutnya adalah Mei Qiaoling, seorang pemain karakter dan terkenal di opera Peking semasa akhir dinasti Qing. Begitu juga dengan ayahnya Mei Zhufen dan ibunya Yang Longshou. Sedangkan pamannya, Mei Yutian adalah seorang pemusik dari opera Beijing. Di kemudian hari, Mei Lan Fang dikenang sebagai maestro opera Tiongkok. Dia sang lengenda opera yang memiliki jiwa patriotik luar biasa.  

Di masa kecilnya, Mei Lan Fang justru tidak menampakkan bakat dibidang akting ataupun pertunjukan. Namun saat berusia sembilan tahun, ia berguru kepada pemain terkenal, Wu Lingxian. Di bawah didikan Wu, ia mulai belajar dasar-dasar pertunjukan opera. Ia tampil pertama kali di panggung Teater Guanghe pada 1905 saat berusia 11 tahun.

Berkat ketekunannya berlatih dan belajar seni pertunjukan, Mei perlahan menjadi pemain hebat. Pada tahun 1913, penampilannya di Shanghai menuai kesuksesan. Pria ini sangat mahir memainkan banyak karakter wanita yang membuatnya terkenal.

Dalam dunia opera Tiongkok, walaupun ia adalah seorang pria, tetapi Mei memang dikenal selalu memainkan peran utama wanita dalam pentasnya. Karakter lain yang sering dimainkannya adalah qingyi (gadis berbusana panjang) dan wanita tua terhormat. Ia juga dikenal sebagai salah satu dari “Empat Pemain Terkenal” bersama Xun Huisheng, Cheng Yanqiu, dan Shang Xiaoyun.

Sepanjang kariernya, ia terus mengembangkan teknik baru dan bermain dalam pertunjukan modern. Salah satunya adalah “Gelombang Dosa” pada 1914. Ia menggali dan menciptakan inovasi penting dalam nyanyian, syair, akting, tarian, tata rias, kostum, naskah, karya musik, dana teknik pencahayaan dalam opera.

Tidak hanya sikap patriotismenya, ia juga dikenal sebagai sosok yang dermawan. Pada tahun 1924, Mei mendengar kabar tentang gempa bumi yang melanda Jepang dan mengakibatkan banyak kerusakan serta korban jiwa. Ia pun berangkat ke Jepang. Tidak hanya tampil tetapi juga berdonasi untuk para korban gempa di sana.

Mei memainkan peran penting dalam melanjutkan tradisi panggung opera Kunqu, khususnya perannya sebagai Du Liniang (karakter dari cerita The Peony Pavilion) dan Bai Suzhen (Legenda Ular Putih).

Ia juga pernah memerankan kekasih Xiang Yu, selir Yu dengan sangat menyentuh sehingga dihormati sebagai seniman terbaik di Tiongkok. Pada 1935, ia berkeliling Eropa, tampil di Berlin dan Moskow.

Ketika perang Sino-Jepang meletus pada 1937, tentara Jepang mencoba menggunakan popularitas Mei untuk memenangkan hati rakyat Tiongkok. Mereka menawarinya posisi tinggi dalam kekuasaan imperialis mereka agar ia mau tampil untuk mereka. Tetapi ia menolak.

Pada 1938, ia pergi ke Hong Kong dan bermain dalam pertunjukan “Giok Merah Jenderal Wanita.” Namun pada 1941, Jepang menjajah Hong Kong dan ia memelihara kumis sebagai bentuk perlawanan. Akhirnya saat ia kembali ke Shanghai dan harus menjual koleksi lukisan serta harta bendanya agar bisa bertahan hidup.

Banyak yang menawarinya untuk tampil di panggung lagi, tapi ia menolak. Hingga pada 1945, Jepang menyerah dan ia pun mencukur kumisnya untuk kembali tampil. Pada 1948, ia bermain dalam film opera pertama yang berwarna, berjudul “Kebencian dalam Hidup dan Mati.”

Mei Lanfang adalah seniman pertama yang memperkenalkan Opera Peking ke dunia internasional, bertukar budaya dengan Jepang, Amerika Serikat dan negara lainnya. Ia berkeliling dunia dan bersahabat dengan banyak seniman panggung, salah satunya Charlie Chaplin. Ia menjadi mentor aktris opera Li Yuru di awal karier sang aktris.

Setelah tahun 1949, ia menjabat sebagai direktur China Beijing Opera Theater, Chinese Opera Research Institute dan wakil ketua China Federation of Literary and Art Circles. Selain autobiografinya berjudul “40 Tahun Kehidupan di Atas Panggung”, beberapa artikel dan esainya diterbitkan dalam The Collected Works of Mei Lan Fang.

Pada 2000, kisah hidupnya dibuat dalam sebuah film dokumenter berjudul The Worlds of Mei Lan Fang. Kemudian film biografinya dibuat secara khusus pada 2008 oleh sutradara ternama Tiongkok, Chen Kaige dengan judul Forever Enthralled. Tokoh Mei Lan Fang sendiri diperankan oleh aktor Hongkong Leon Lai, dan Yu Shaoqun sebagai Mei Lan Fang di usia mudanya.

Dalam hidupnya, Mei Lan Fang pernah menikah sebanyak dua kali. Pada 1910 ia menikahi istri pertamanya, Wang Minghua dan memiliki seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Pada1921, ia menikah lagi dengan aktris sesama pemain opera bernama Fu Zhifang, dan memiliki sembilan anak. Mei Lan Fang wafat pada 8 Agustus 1961 di usianya yang ke-66.