Oen Boen Ing, Dokter Pejuang Kemerdekaan

2017-08-14 13:25:19
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Oen Boen Ing (Istimewa)

NAMANYA Oen Boen Ing, seorang dokter pejuang kemerdekaan di Indonesia. Berasal dari Surakarta, tanpa pamrih mengobati tentara yang terluka akibat perang.

Selama hidup Oen Boen Ing mengabdi sebagai dokter. Pada zaman penjajahan, ia banyak terlibat dalam membantu para pejuang kemerdekaan. Memberikan pengombatan tanpa pamrih. Jejaknya sebagai dokter masih terlihat sampai sekarang.

Tak seperti ayahnya, menjadi pedagang tembakau yang memberikan harta melimpah. Ia memilik karier sebagai dokter. Kakeknya juga seorang sinshe yang gemar membantu orang banyak, terutama kalangan miskin.

Seperti yang dilansir dari dr.oenska, sejak lulus sekolah menengah, dia sudah tertarik mempelajari ilmu kedokteran modern. Untuk mewujudkan keinginan itu, melanjutkan ke School tot Opleiding van InlandscheArsten (STOVIA) di Batavia, sekarang Jakarta. Lulus pada tahun 1932.

Setahun kemudian, Oen Boen Ing terlibat di klinik Tsi Sheng Yuan atau Jisheng Yuan di Jalan Mesen 106, Surakarta, Jawa Tengah.  Tempat pengobatan yang didirikan oleh  Jap Kioe Ong,Tan Kiong Djien, The Tjhioe Tik, Sie Ngo Siang, Sie Boen Tik, Gan Kok Sien, Tan Tiauw An, dan Jap Tiang Liem.

Setelah bergabung, Oen Boen Ing mengembagkan klinik itu, membentuk di bawah yayasan. Di bawah dia, berubah menjadi Rumah Sakit Panti Kosala. Perubahan nama dilakukan pada zaman Orde Baru.

Sebelum kemerdekaan, Oen Boen Ing, melalui Tsi Sheng Yuan memberikan pengobatan kepada tentara yang luka akibat pertempuran dengan tentara penjajah. Dijadikan sebagai pusat pengungsian dan pengobatan bagi para pejuang.

Pada tahun 1942, poliklinik Tsi Sheng Yuan banyak membantu Chineesche Burger Organisatie (CBO) saat Jepang menjajah.

Sejak saat itu, dikenal sebagai dokter bagi para pejuang. Setelah merdeka, fokus membantu masyarakat kurang mampu. Klinik yang dikelola menjadi pusat membantu pejuang itu hingga sekarang masih berdiri.

Namanya sekarang Rumah Sakit Oen Surakarta. Jasanya semasa perebutan kemerdekaan, membuatnya mendapatkan penghargaan Satya Lencana Bhakti Sosial dari Pemerintah Indonesia pada 30 Oktober 1979.

Juga dianugerahi gelar kebangsawanan oleh Sri Mangkunegoro VIII, dengan nama Kanjeng Raden Toemenggoeng Oen Boen Ing Darmohoesodo. Lalu, 24 Januari 1993, Sri Mangkunegoro IX menaikkan gelarnya menjadi Kanjeng Raden Mas Toemenggoeng Hario Oen Boen Ing Darmohoesodo.