Tan Thiam Hok, Pendekar Dunia Kedokteran Indonesia

2017-10-24 10:32:34
Editor : Porwanto | Sumber :
Prof. HOK Tanzil semasa hidup telah menelurkan 184 karya ilmiah dan 16 buku feature perjalanannya keliling dunia. (Istimewa)

Hasil penemuan Prof. HOK Tanzil dinamakan metode pewarnaan Tan Thiam Hok untuk BTA (kuman penyebab TBC).

Pada Kamis (19/10/17), sekitar pukul 19.00 WIB di Jakarta, Prof. Dr. dr. Tan Thiam Hok atau Harris Oto Kamil (HOK) Tanzil alias Prof. HOK Tanzil meninggalkan kita semua. Almarhum meninggal dunia dalam usia 94 tahun. Jenazah Prof. HOK Tanzil disemayamkan di Rumah Duka Grand Heaven Pluit (baru), Ruang 102. Almarhum dikremasi tanggal 22 Oktober 2017.

Nama Prof. HOK Tanzil tidak asing lagi di dunia kedokteran dalam negeri maupun luar negeri. Dia merupakan profesor emeritus bidang mikrobiologi dan guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI). Semasa hidup, dia memberikan sumbangan besar bagi kemajuan dunia kedokteran di Indonesia dan dunia lewat penemuannya. Yaitu, metode pewarnaan tanpa pemanasan untuk mendeteksi basil TBC atau kuman mycobacterium tuberculosis.

Istri almarhum, Ny. Ellia Chandra Tanzil sudah lebih dulu meninggal sekian tahun silam. Semasa hidup, Ny. Tanzil dikenal ahli kuliner dan termasuk pelopor dalam membuka usaha makanan.

Kala menjalani pendidikan, HOK Tanzil menjadi doktor termuda (25 tahun) di FK UI. Dia merupakan peneliti internasional. Hasil penelitiannya dimuat di jurnal penelitian internasional sampai lebih dari 30 tahun. Dia juga pemilik ratusan paten, termasuk pewarnaan Tan Thiam Hok untuk BTA (kuman penyebab TBC).

Prof. Hok Tanzil pensiun pada usia 55 tahun. Bersama sang istri, Prof. HOK Tanzil berkeliling dunia. Tercatat di dalam 15 paspornya, seperti dikutip nationalgeographic.co.id, dia dan istri mengunjungi 238 negara dan melintasi 741 perbatasan. Tak hanya keliling, dia juga menuliskan laporan perjalanannya dan dimuat di Majalah Intisari selama 30 tahun. Itu sebab, di kalangan traveler, dia dikenal sebagai travel writer yang nyaris belum ada tandingannya.

Meski Prof. HOK Tanzil telah tiada, tapi hasil karyanya dibidang kedokteran cukup membanggakan Indonesia. Prof. Hok Tanzil juga terkenal akan nasehatnya. Meski diucapkan puluhan tahun silam, namun masih berlaku hingga kini. Nasehat itu disampaikannya di hadapan Civitas Academica Universitas Indonesia (UI): "Menjadi dokter itu baik. Menjadi pedagang itu baik. Yang tidak baik itu jika memperdagangkan profesinya!”