Yu Guangzhong, Penyair Andal Tiongkok Tutup Usia

2017-12-15 11:33:03
Editor : Utami Sulistiowaty | Sumber : DBS
Yu Guangzhong. (Istimewa)

YU Guangzhong seorang penyair andal, kritikus, dan penerjemah terkenal Tiongkok tutup usia.

Tiongkok kehilangan salah satu putra terbaiknya. Yu Guangzong, seorang penyair andal, kritikus, dan penerjemah terkenal Tiongkok tutup usia, kamis (14/12/2017). Yu menghembuskan nafas terakhir diusia 90 tahun di Chung-Ho Memorial Hospital, Kaohsiung karena penyakit pneumonia atau infeksi paru-paru dan stroke.

Kelahiran Nanjing pada 1928 ini telah menghasilkan banyak karya, seperti puisi, esai, komentar, dan terjemahan. Bahkan, karya-karyanya telah dipilih untuk dimasukan ke dalam kurikulum di Tiongkok, Taiwan, dan Hong Kong.

Salah satu puisi hasil karya Yu yang terkenal adalah ‘Homesickness’, yang ditulisnya pada 1971. Suami dari Fan Wo-tsun ini telah menerbitkan 17 puisi dan 12 prosa.

Puisi Yu sejak 1970-an telah fokus pada tema kerinduan terhadap Tiongkok, yang dirasakan oleh banyak tentara China Daratan dan pekerja pemerintah Nasionalis yang melarikan diri ke Taiwan setelah perang Saudara di Tiongkok.

Karya-karya Yu  diterima dengan baik oleh pembaca dengan menunjukkan humor inovatif dalam esainya, kecerdasan, dan mengilhami pemahamannya tentang budaya humanistik dalam puisinya.

Yu mulai mendapat pengakuan internasional atas perintahnya dalan sastra tradisional Tiongkok dan modern. Selain kemampuannya dalam bahasa Inggris, yang telah diangkat sebagai profesor di jurusan bahasa Inggris di Taiwan dan Amerika Serikat, Yu pun tercatat sebagai pembelajar bahasa yang sangat bersemangat, terutama orang-orang Eropa.

Dia pun mahir berbicara bahasa Prancis, Jerman, Spanyol dan Italia, yang kadang-kadang di kutip dalam esai Tiongkok-nya sat menyandingkan budaya Tiongkok dan Barat. Dia juga belajar bahasa Rusia.