Billy Boen, Pengembangan Diri Melalui Jalan Berbagi

2017-12-14 17:09:23
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Tim IndoChinaTown
Billy Boen. (Dok. IndoChinaTown)

BILLY Boen yang terkenal dengan buku ‘Young On Top’ kini fokus pada pengembangan diri melalui jalan berbagi.

Billy boen merupakan sosok penting dibalik lahirnya buku ‘Young On Top’, sebuah buku kisah dan rahasia sukses di usia muda yang dialami oleh Billy langsung. Kelahiran Jakarta, 13 Agustus 1978 ini saat ini tengah fokus pada pengembangan diri melalui jalan berbagi.

Sebelum menulis buku, perjalanan pendidikan serta kariernya tergolong mulus dan sukses di usia muda. Selepas SMA, Billy melanjutkan pendidikan S1 ke Utah State University, Amerika Serikat, dan lulus kurun waktu 2 tahun 8 bulan.

Dirinya kemudian melanjutkan pendidikan S2 di West Georgia State University, Amerika Serikat. Menariknya, Billy menjadi mahasiswa satu-satunya yang menempuh pendidikan dalam waktu satu tahun di tahun 2000 ditambah lulus dengan predikat cum laude.

"Mulus? Ya, saya mengambil jurusan yang sudah tahu, sesuai passion. Brand management. Saya senang mengembangkan sebuah brand. Selain itu, saat kuliah lagi jaman krismon, jadi orang tua mulai memperingati saya untuk cepat selesai kuliahnya," ceritanya.

Selesai mengeyam pendidikan, Billy kembali ke Indonesia pada Januari 2001 untuk memulai kariernya. Ia mengawalinya sebagai Assistant Product Line Manager - NIKE Footwear Division di PT Berca Sportindo.

"Sempat terpikirkan, saat itu lulusan fresh graduate dari luar negeri gaji 4,2 juta tapi di Indonesia hanya 2,2 juta. Tapi karena sudah passion dan juga memang brand ini (NIKE) saya suka, enak saja," ujar pria berkacamata ini.

Billy memutuskan melanjutkan kariernya di Oakley Indonesia sebagai General Manager termuda di 26 tahun. Pada 2008, Billy kembali memperbaharui pengalaman berkariernya dengan bergabung di MRA Group sebagai Head of F&B Division di usia 29 tahun.

Pada suatu ketika, Billy sempat mendapat saran dari seorang teman untuk membuat sebuah buku. Saran itu diberikan karena melihat kesuksesan dalam berkarier yang diraihnya pada usia muda.

Hal itu cukup menjadi bahan pertimbangannya. Mengingat, ia bukanlah orang yang gemar membaca. "Niat awal bikin buku hanya untuk keren-kerenan saja. Padahal tidak suka baca," jelasnya.

Billy mulai menulis buku saat masih berkarier dalam dunia profesional yang dimulai pada Desember 2006. Karena dirinya kurang gemar membaca, buku yang ditulisnya selesai pada tahun 2009 termasuk juga waktu peluncuran buku tersebut ke publik.

Namun tak disangka-sangka, buku ‘Young On Top’ ini laris dipasaran dan menjadi best seller selama beberapa tahun. Sempat pula, bukunya tersebut diangkat menjadi tema di salah satu televisi swasta.

Billy menceritakan, buku itu menjelaskan tentang pengembangan diri, bukanlah mengenai bisnis atau kewirausahan. Melainkan dia membenahi karakter orang yang mengikuti programnya agar melakukan segala seuatu dengan dedikasi dan kesungguhan hati.

"Saya menceritakan kehidupan basic manusia. Utamanya, attitude yang baik akan berdampak baik pula," tutupnya.