Darmono Berhasil Kembangkan Kawasan Industri untuk Indonesia

2017-09-25 16:18:52
Editor : Azis Faradi | Reporter : Nurrochmansyah
Darmono (Nurrochmansyah)

KESUKSESAN Darmono dalam bisnis real estate, kembangkan kawasan industri, tak perlu diragukan lagi. Kini ia ingin berperan lebih jauh untuk Indonesia.

Kota Jababeka, di Cikarang, Jawa Barat, adalah satu hasil tangan dingin Setyono Djuandi Darmono. Mengembangkan kawasan gersang menjadi kota mandiri. Tak heran bila dikenal sebagai salah satu pengusaha yang sukses kembangkan kawasan industri. Kini dia bersiap untuk berperan bagi Indonesia.

Darmono sebelum bisnis properti, menekuni usaha tekstil. Kemudian coba peruntungan pada tahun 1982. Membuat perumahan kelas menengah, di pinggiran Jakarta, berbatasan dengan Tangerang, seluas 15 hektare.

Ia kemudian ingin mengembangkan wilayah yang lebih luas, akhirnya pada tahun 1989, mulai membangun Kawasan Industri Jababeka. Dahulu, wilayah tersebut terkenal sebagai tempat yang tandus, kering, kumuh, dan cenderung tertinggal.

Dalam kurun waktu sebentar, Darmono berhasil menyulapnya menjadi kawasan yang mampu menggerakkan roda perekonomian. Menjadi pusat industri, komersial dan pemukiman. Dipadukan menjadi satu.

Selama menekuni bisnis, Darmono punya prinsip think big, yaitu  memberikan semangat dan harapan akan satu hasil yang membanggakan. Lalu start small, mengurangi resiko, proses belajar, test market, fine tuning, dan membangun team work.

Lalu move fast, segera melangkah, menjaga momentum, mencegah debat, analisa teoritis yang berkepanjangan dan menghilangkan rasa takut gagal, cemas, ragu-ragu yang kontra produktif. Think big, start small, move fast adalah keyakinan sekaligus inti ajaran Darmono dalam bekerja sehari-hari.

Untuk ikut menciptakan masyarakat yang sehat dna sukses bagi Indonesia. Dalam banyak contoh, telah membuktikan, bahwa peranan terbesar seorang manusia adalah bagaiman dapat meberikan inspirasi kepada orang lain.

“Selanjutnya terpulang kepada masing-masing. Dapatkah memanfaatkan dan mengembangkan segala sesuatu yang telah kita terima dengan sebaik-baiknya. Jawabnya tentu bukan dengan kata ya atau tidak, tetapi dalam perbuatan serta pemikiran,” tuturnya.

Setelah sukses kembangkan beberapa  kota mandiri, kelahiran pada 26 April 1949 ini ingin terlibat lebih jauh. Mengembangkan Indonesia, sehingga bisa menjadi negara maju, seperti yang diimpikan semua kalangan.

Ia akan memnggunakan prinsip dalam berbisnis itu untuk ikut terlibat kembangkan Indonesia. Dia melihat bangsa ini butuh orang yang jeli melihat persoalan. Sekaligus dapat memperbaiki keadaan. Darmono melihat banyak yang pandai membahas masalah dengan teliti, cermat, dan mendetail, tetapi sedikit yang mampu melakukan perubahan untuk memperbaiki keadaan.