Johnnie Sugiarto Spesialis di Bidang Pariwisata

2017-09-15 16:19:13
Editor : Admin | Sumber : Infonitas.com
Founder dan Chairman ELJHON Indonesia, Johnnie Sugiarto (Istimewa)

Founder dan Chairman ELJHON Indonesia, Johnnie Sugiarto menjadikan pariwisata sebagai spesialisasinya dalam berbisnis.

Sempat mencoba berbagai profesi dan berakhir berkecimpung dalam bisnis di dunia pariwisata, menjadi hal yang membanggakan bagi pemilik nama Johnnie Sugiarto. Bahkan, Pria yang akrab disapa Johnnie ini mengungkapkan karirnya bermula dari bisnis radio di Palembang.

“Saya pernah bekerja di sebuah stasiun radio, dan saat bekerja di sana,  saya bermimpi bisa membeli radio tersebut,” ungkapnya

Tak sekedar mimpi, pria yang pernah menjadi wartawan di Harian Berita Ekspress Palembang ini pun memenuhi impiannya memiliki sebuah radio. Walaupun, Ia tetap harus bekerja keras dengan membayar cicilan pembelian lewat pendapatan dari para pengiklan.

Kemudian, sukses menggapai satu mimpi, Johnnie tak berhenti untuk mencoba bisnis yang lain terutama di bidang wisata, seperti lounge, pusat hiburan, hotel, resort, hingga biro wisata di banyak kota.

“Dulu sering menawarkan paket berlibur ke suatu tempat dengan membayar sejumlah uang. Ternyata, cukup banyak orang tertarik,” ungkap pria yang juga menjadi Ketua Umum Marga Xiao Internasional.

Setelah Ia meyakini bisnis biro perjalanan berhasil, pada tahun 1984. Johnnie mengembangkan bisnis pendukung biro perjalanan, yakni perhotelan. Karena, menurutnya, saat memiliki biro perjalanan maka dirinya harus memiliki tempat menginap para tamu.

Akhirnya, Ia membangun hotel pertama di Batam, yang dilanjutkan dengan Bangka, Papua, dan kota lainnya. Dengan jaringan yang ada baik di media online, televisi, radio, travel dan hotel, ia pun memiliki harapan besar dalam dunia pariwisata.

Tak tanggung-tanggung, Ia berharap bisa turut serta membangun pariwisata sehingga dapat memberikan pandangan yang baik kepada wisatawan nusantara maupun wisatawan Internasional.

Ke depannya sendiri, Johnnie juga memiliki rencana untuk membuat sebuah destinasi wisata yang bisa membawa wisatawan ke Indonesia. Rencananya tersebut tidak main-maian, karena ia sudah mempersiapkan lahan seluas 1 hektar.

“Nantinya saya akan membangun rumah ibadah dan juga perpustakaan yang berisi tentang sejarah warga Xiao, jadi apabila nanti ada yang akan meresearch tentang marga Xiao mereka tentunya akan ke Indonesia,” tandasnya.