Kepo, Kunci Alvin Fardoni Kembangkan Usaha

Jumat, 09 Februari 2018 16:09:14
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Tim IndoChinaTown
Alvin Fardoni. (Dok. IndoChinaTown)

ALVIN Fardoni memiliki rasa keingintahuan atau kepo yang besar. Bagi pebisnis muda asal Kelapa Gading ini kepo merupakan kunci dirinya kembangkan usaha.

Usia masih terbilang muda, Alvin Fardoni berani terjun ke dunia bisnis. Mulai dari restoran, barbershop, car wash dan lainnya dia tekuni sejak lulus kuliah. Usaha yang dia miliki saat ini bukanlah hadiah dari orang tua ataupun turun dari langit, namun buah kerja keras nya selama ini. Kepo, kunci sukses dirinya kembangkan usaha.

Owner Rock and Goal ini mengawali karier saat masih kuliah. “Saya selalu mau tahu apa saja. Masih muda kalau dihabisin untuk bermain-main saja, sayang waktunya, karena itu saya ikut-ikut magang mencari pengalaman dan pelajaran baru,” ungkap pria berusia 26 tahun ini.

Alvin pernah merasakan krisis jati diri. Dia berpikir kenapa lebih suka kerja sendiri ketimbang kerja sama dengan orang. Pasca lulus kuliah, setiap weekend, dia pergunakan untuk membantu mengurus bisnis sang kakak. Hingga keuangannya stabil, dia memutuskan untuk membuka usaha sendiri.

Dia memulai bisnis dengan tempat pemotongan ayam. Bisnis yang dijalani bersama temannya sejak Maret 2015 itu harus kandas. “Awalnya prospek bagus. cobaan datang. Di situ saya sempat jatuh, modal hilang, mental down, cuma coba motivasi diri sendiri, saya mau coba lagi, tidak menyerah, saya yakin darah saya sebagai pengusaha," kata pria lulusan Universitas Prasetiya Mulya jurusan ekonomi ini.

Pengalaman gagal menjadi titik balik dalam membangun karier bisnis. Bermodalkan keyakinan, dia sukses menjadi subcon salah satu perusahaan di bidang jasa instalasi listrik. Baginya, akan menyesal jika tidak pernah coba sesuatu hal. Dengan prinsip membuka usaha bukan semata-mata untuk uang, tetapi mencari jati diri, mencari tujuan hidup.

“Dengan saya membuat usaha, saya bisa memperkerjakan banyak orang dan saya menyejahterakan banyak keluarga. Satu mindset yang masih saya pegang sampai saat ini,” tutupnya.