Lenny Phan, No Pain No Gain

2017-11-15 14:16:09
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Lenny Phan, pemilik Klinik Sin She Phan. (Dok. IndoChinaTown)

BAGI Lenny Phan, kesuksesan diraih dengan kerja keras dan pengorbanan. No pain, no gain.

Lenny Phan, pemilik Klinik Sin She Phan, memiliki moto dalam hidup ‘No Pain, No Gain’. Bagi dia, kesuksesan tak akan pernah diraih tanpa kerja keras dan pengorbanan.

“Kalau ingin sukses memang harus berjuang. Nggak bisa hanya santai dan tanpa usaha. Sukses tanpa pengorbanan itu Cuma mimpi,” tuturnya.

Klinik Sin She Phan didirikan Sinshe Pang Kim Seng, ayah dari Lenny, pada 1999, dengan nama cukup populer di tengah masyarakat. Begitu juga dengan kesuksesan ayahnya dalam menyembuhkan pasien. “Waktu papa meninggal pada 2014. Saya otomatis menggantikan mengelola Klinik Sin She Phan,” katanya.

Dia ikut membantu ayahnya mengelola klinik sejak masih duduk di sekolah menengah pertama. Mulai di ajari totok dan mengenal obat-obatan. Bahkan menjadi asisten. Demi mendalami ilmu pengobatan tradisional Tiongkok, ketika lulus Sekolah Menengah Pertama (SMA), dia melanjutkan ke Beijing University of Chinese Medicine pada 2008. “Sejak kecil memang bercita-cita menjadi dokter. Hanya saja belum spesifik di pengobatan tradisional. Setiap pulang ke Indonesia selalu membantu papa juga,” ungkapnya.

Yang membuatnya senang menjalani bisnis klinik adalah ketika berhasil membuat pasien sembuh dari penyakit yang diderita. Meski begitu, kadang terselip rasa sedih, ketika ada pasien yang perkembangannya lambat. “Saya biasanya selalu menghibur dan menyemangati mereka. Tidak boleh patah semangat. Sebisa mungkin saya mencari tahu lagi obat-obat terbaru,” pungkasnya.