Novrita Widiyastuti, Nikmati Hidup dengan Selera Humor

2017-12-28 15:32:47
Editor : Porwanto | Reporter : Oktaviani
CEO ihik3 Novrita Widiyastuti. (Istimewa)

Melucu atau humor bisa dipelajari. Menurut CEO ihik3 Novrita Widiyastuti, nikmati hidup dengan selera humor.

Novrita Widiyastuti, Chief Executive Officier (CEO) Institut Humor Indonesia Kini (ihik3), memiliki prinsip hidup terus belajar. Novri, panggilan akrabnya, sejak masih duduk di bangku sekolah selalu memacu diri dengan banyak belajar. “Harus memaksakan diri dan mau keluar dari comfort zone. Dengan begitu, kita dapat lebih maju dari sebelumnya,” ujarnya.

Sarjana Komunikasi dari Universitas Indonesia dan Magister Ilmu Komunikasi STIKOM InterStudi ini awalnya tak pernah menyangka akan terjun ke dunia humor. “Justru saat masih anak-anak saya adalah tipe yang introvert, cenderung menutup diri,” katanya.

Selain mengelola ihik3, dia juga menjabat sebagai dosen di tiga universitas yaitu STIKOM The London School of Public relations, Universitas Paramadina, dan Universitas Indonesia. Karier sebagai dosen dimulai saat usia 26 tahun.

“Sebelumnya sempat mendirikn agensi sendiri sekitar tiga tahun. Waktu itu masih kuiah, karena ingin fokus skripsi, agensinya dihentikan. Pernah juga bekerja di perusahaan IT dengan berbagai jabatan, mulai dari promotion, project manager, hingga assistant sales manager,” jelasnya.

Menjalani dua profesi sekaligus, menurut Novri, memang tidak mudah. Kunci utamanya harus pandai membagi waktu. “Kebetulan di ihik3 saya juga dibantu oleh Pak Yaser Fikri. Jangan dijadikan beban, dibawa enjoy dan happy saja. Kalau dari awal sudah merasa sulit, tidak akan bisa,” ungkapnya.

Dia harus bisa menjalankan misi ihik3 yaitu menjadi wadah yang menjembatani antara pelaku dan penikmat humor. Tujuannya agar dapat menikmati dengan cara cerdas dan benar. Humor bukan hanya sekadar bercanda, tetapi memiliki teori dan cara sendiri supaya dapat mencapai tujuan.

“Jangan pernah takut untuk lucu. Sesungguhnya humor bisa dipelajari. Mulailah mengapresiasi dan memandang semua peristiwa dari sisi humor. Hidup hanya sekali, jangan terlalu tegang dan dinikmati saja,” pungkas kelahiran Jakarta pada November 1979 ini.