Rahasia Bos Xiaomi Lei Jun Bisa Kaya Raya dari Smartphone Murah

2017-09-28 14:59:31
Editor : Azis Faradi | Reporter : Tim IndoChinaTown
Bos Xiaomi Lei Jun (Istimewa)

BOS Xiaomi Lei Jun menjelma menjadi pengusaha kaya raya di Tiongkok. Berkat jualan smartphone murah meriah. Produknya termasuk yang jadi primadona.

Lei Jun, merupakan kelahiran Tiongkok pada 16 Desember 1969. Pada tahun 2010, mendirikan usaha smartphone dengan harga murah tapi berkualitas. Berkat bisnis yang jaya, membuat bos Xiaomi ini menjadi salah satu orang kaya raya, berharta triliunan rupiah.

Sebelum mendirikan Xiaomi, ia bekerja di Kingsoft pada tahun 1992. Saat masih bekerja Lei mendirikan Joyo.com, toko buku online pada tahun 2000, kemudian ia jual ke Amazon dengan harga US$ 75 juta.  

Pada tahun 2007, ia memutuskan untuk keluar dari Kingsoft. Memilih jalan sebagai angel investor di lebih dari 20 perusahaan. Termasuk di Vancl.com, UCWeb, dan platform sosial YY. Lama bermain dengan perusahaan orang, membuatnya berinisiatif mendirikan Xiaomi Inc pada tahun 2010.

Dia mengajak Lin Bin, Wakil Presiden Google China Institute of Engineering, Dr. Zhou Guangping, Direktur Senior Pusat R & D Motorola Beijing, Liu De, Kepala Departemen Desain Industri di Universitas Sains dan Teknologi Beijing, Li Wanqiang, General Manager Kamus Kingsoft, Wong Kong-Kat, Manajer Pengembangan Prinsipal, dan Hong Feng, Senior Product Manager untuk Google Tiongkok.

Membuat perusahaan yang memproduksi smartphone, aplikasi mobile, dan barang elektronik, seperti TV, router, bank power, dan earphone, hingga pemurni udara dan air. Bahkan vacuums robot dan skuter.

Hanya saja paling menonjol adalah smartphone yang dianggap sebagai duplikat iPhone dari Tiongkok. Bahkan dia dianggap sebagai Steve Jobs dari negeri Tirai Bambu. Mengikuti cara-cara Jobs mengelola perusahaan teknologi.

Lei berhasil menciptakan Xiaomi masuk lima besar ponsel cerdas paling laris di dunia, termasuk Indonesia. Berada di lima besar, bersanding dengan merek kelas kakap macam Samsung dan iPhone. Prestasi itu tak membuatnya pongah.

Dia mau berkeliling ke berbagai negeri untuk memperkenalkan produknya, terutama di pasar potensial. Seperti yang dilakukan dalam kunjungan ke Indonesia untuk kali pertama belum lama ini.

Ia bahkan berani buka-bukaan rahasia sukses menggelontorkan smartphone murah, tapi berkelas. Sehingga bisa mengumpulkan harta untuk menjadi kaya raya.

Lei bisa menjual ponsel pintar dengan harga murah, karena lima elemen utama yaitu bahan baku, riset dan pengembangan, biaya marketing, biaya distribusi dan margin keuntungan.

“Biasanya produsen menjual dengan harga 2,5 kali lipat harga modal, kami 1,1 kali dari harga modal,” tuturnya di Jakarta.

Dalam bisnis, ia tak mengambil untung sama sekali. Itu membuat perusahaan tak mengeluarkan uang besar dalam lima tahun pertama. Distribusi dan promosi ia lakukan sendiri, sehingga uang modal tak terpakai.

Berkat kelima  hal itu, membuatnya menjadi salah satu orang terkaya di Tiongkok. Berdasarkan data Forbes, kekayaan Lei sebesar US$ 6,8 miliar atau sekitar Rp 88,4 trilun per 2017.