Tangan Dingin Jogi Hendra Atmadja Besarkan Mayora Indah

Rabu, 18 April 2018 16:56:21
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Jogi Hendra Atmadja. (Istimewa)

Intuisi dan kejelian strategi bisnis Jogi Hendra Atmadja, sukses membuat kepak sayap bisnis Mayora Indah kian tinggi dan kencang.

JAKARTA – Dibalik sukses Mayora Indah dengan beragam produk makanan ringan dan minuman kemasan, ada Jogi Hendra Atmadja sebagai motor penggeraknya. Lahir di Jakarta pada tahun 1946, Jogi muda melanjutkan pendidikannya di Fakultas Kedokteran, Universitas Trisakti. Tamat kuliah, Jogi malah mendirikan PT Mayora Indah bersama dua koleganya, Raden Soedigdo dan Darmawan Kurnia pada 17 Februari 1977 di Jakarta.

Pabrik pertama Mayora berlokasi di Tangerang yang memproduksi makanan ringan. Sejak Mayora didirkan, Jogi sudah didapuk menjadi komisaris utama. Tak menunggu lama, sentuhan tangan dingin Jogi berhasil membuat Biskuit Roma Kelapa boomng pada akhir tahun 1970-an.  Ia membawa Biskuit Roma Kelapa bersaingan dengan Khong Guan yang waktu itu juga diminati pasar.

Tak ingin terlena dengan kesuksesan Roma Kelapa, Jogi membawa Mayora melakukan ekspansi dengan mengeluarkan produk permen Kopiko, permen rasa kopi pertama di Indonesia pada akhir 80-an. Dengan cepat, Kopiko merajai pasar permen di Indonesia katika itu, lantaran belum ada produk yang sejenis.

Sejak kali pertama didirikan pada tahun 1977, Mayora Indah saat ini menguasai 40 persen pangsa pasar makanan ringan di Indonesia, serta merambah ke 90 negara di berbagai belahan dunia, membuat pendapatan Mayora melejit hingga Rp 17 persen pada tahun 2017 lalu. Tak pelak, pundi-pundi kekayaan Joigi pun bertanmbah.

Paham akan prinsip inovasi tiada henti merupakan ‘kewajiban’ bagi pengusaha untuk mengembangkan bisnisnya. Jogi pun melebarkan sayap bisnisnya dengan terjun ke bisnis teh dalam botol kemasan, meski pasar minum jenis ini dikuasai Grup Sosro. Belakangan, lewat sistem kerja sama dengan PT Tirta Fresindo Jaya, Jogi pun membawa Mayora terjun ke bisnis air mineral kemasan. Lagi-lagi, Jogi tidak takut untuk head to head dengan penguasa pasar bisnis air mineral dalam kemasan.

Berkat keberanian dan kejelian intuisi bisnisnya, di tahun 2016 lalu Jogi menempati posisi ke-35 dalam daftar orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan sekira Rp 10,6 triliun. Di awal tahun ini, Jogi berhasil masuk daftar 10 besar orang terkaya di Indonesia, lantaran jumlah kekayaan yang dimilikinya melejit menjadi Rp 33,75 triliun, menyusul naiknya harga saham Mayora Indah.

Kini, Jogi Hendra Atmadja sudah menyiapkan regenerasi di PT Mayora Indah, dimana ketiga putranya, Andre Sukendra Atmadja, Hendarta Atmadja dan Wardhana Atmadja saat ini sudah duduk di jajaran direksi PT Mayora Indah.