Banchan, Hidangan Pelengkap Khas Korea yang Dipengaruhi Buddadharma

Jumat, 19 Januari 2018 14:46:59
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Ilustrasi - Restoran Korea. (Istimewa)

BANCHAN dalam bahasa Korea artinya set menu yang diberikan dalam porsi kecil. Hidangan pelengkap ini dipengaruhi Buddadharma.

Masakan khas Korea mulai disukai sejak K-Pop mulai booming 10 tahun terakhir. Hal ini terlihat dari hadirnya restoran-restoran yang menyajikan masakan khas Korea. Saat bersantap di restoran Korea, kita akan disajikan beragam hidangan pelengkap. Set menu yang biasanya diberikan dalam porsi kecil dikenal dengan Banchan. Ternyata, Banchan memiliki pengaruh Buddadharma.

Pada zaman kerajaan, raja dan ratu Korea biasa dilayani dengan jamuan makan lengkap dengan Banchan sebanyak 12 jenis. Hal ini dikenal sebagai hidangan kerajaan Korea. Banchan sendiri muncul dalam sejarah amsakan Korea pada pertengahan masa Tiga Kerajaan Korea (57 SM-668 M) seiring dengan pertumbuhan Buddhadharma pada masa itu.

Berkat pengaruh Buddadharma di kerajaan, para raja melarang masyarakatnya untuk menyantap daging. Hal ini yang menyebabkan munculnya beragam variasi masakan-masakan berbahan dasar sayuran dan buah di hidangan Korea.

Dapur istana mulai bereksperimen dalam menyiapkan dan memasak masakan berbahan dasar sayuran tersebut agar terasa lezat. Demikian pula dengan masyarakat awam di Korea. Mereka akan memasak Banchan sebagai lauk, namun dengan variasi yang lebih sedikit dan tampilan sederhana.

Meski pun pada akhirnya invansi Mongol ke Korea mengakhiri pelarangan menyantap daging di Korea, Banchan yang telah berevolusi dan hadir dalam menu masakan Korea selama 600 tahun telah mendapat tempat tersendiri dalam hidangan Korea.