Cai Lun, Sang Penemu Kertas

2018-01-05 17:15:21
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Cai Lun, Sang Penemu Kertas. (Istimewa)

CAI Lun, penemu kertas di masa Dinasti Han Timur. Dia membuat kertas dari kulit kayu, sisa rami hingga jala penangkap ikan.

Cai Lun hidup pada 63 – 121 Masehi di Guiyang (sekarang Leiyang, Hunan). Dia adalah penemu kertas di masa Dinasti Han Timur. Ide membuat kertas didapat dari pengalaman para pendahulunya di tempat kerja. Dia memanfaatkan kulit kayu, sisa-sisa rami, potongan pakaian, dan jala penangkap ikan untuk membuat kertas.

Metode yang digunakan adalah menggosok, memukul, melipat, memanggang, dan lainnya untuk membuat ‘Kertas Bangsawan Cai.’ Kertas ciptaannya merupakan suatu kemajuan besar dalam sejarah pembuatan kertas. Oleh sebab itu, Cai Lun dikenal sebagai pencipta kertas.

Lahir di kota agrikultural yang terletak di selatan Sungai Yangtze (sekarang XiangJiang), Cai Lun remaja terpilih untuk mengabdi sebagai kasim istana. Setiap kasim diharuskan untuk mempelajari tata cara dan tata krama.

Keberhasilannya dalam studi, membawa dia dipercaya menjabat di Gerbang pada tahun pertama era Jian Yuan (76 Masehi). Sejak saat itu, dia bekerja sebagai penjaga gerbang kuning. Selama masa pemerintahan Kaisar He dari Han, Cai Lun menjadi pelayan istana yang diajak turut serta dalam pembicaraan tentang isu-isu Negara.

Pada tahun pertama Zhang He di Dinasti Han Timur, dia diangkat menjadi kepala sekretaris yang bertanggung jawab akan barang-barang produksi yang digunakan di istana kerajaan. Pada tahun 89 M, Cai Lun mulai bertugas sebagai supervisi produksi senjata dan mesin-mesin lain.

Cai Lun tertarik dengan pembuatan kertas bahkan sebelum dia direkrut oleh istana. Dia bereskperimen dengan barang-barang bekas, seperti jala ikan yang sudah sobek, rami dan kain-kain bekas untuk membuat kertas, tapi dia tidak kunjung berhasil. Dia kemudian meneliti proses pembuatan kertas dengan menggunakan serat rami yang telah digunakan di masa Dinasti Han Timur.

Setelah eksperimen panjang, dia akhirnya sukses meningkatkan efektivitas material dan teknik pembuatan kertasnya. Dia mengembangkan jenis-jenis bahan lain yang bisa digunakan untuk membuat kertas, misalnya kulit kayu, rami,  kain bekas, dan jala ikan.

Hal ini tak hanya menambah jumlah sumber bahan pembuatan kertas, tapi juga mengurangi biayanya. Selain mengandalkan proses tradisional, Cai Lun juga menambahkan berbagai tahap baru, seperti memanaskan kertas dengan uap air dari cairan alkalin untuk mempercepat hilangnya serat tanaman. Pada tahun 105 M, Cai Lun dianugerahkan gelar Bangsawan Longting atas keberhasilannya.

Sejak saat itu, kertas yang dibuat dari serat tanaman menggantikan kertas bambu dan sutra sebagai medium tulis yang paling banyak digunakan di Tiongkok.Setelah Cai Lun memperbaiki prosesnya, pembuatan kertas menjadi industri kerajinan independen yang berkembang pesat di Tiongkok. Penggunaan kertas memungkinkan literatur dan catatan  sejarah disimpan dengan lebih baik.

Teknik pembuatan kertas yang diciptakan oleh Cai Lun berpengaruh besar dalam sejarah dan memainkan peranan penting dalam perkembangan peradaban manusia. Teknik pembuatan kertas adalah lambang sejarah dan teknologi Tiongkok. Ini juga merupakan salah satu satu kebanggaan bangsa Tiongkok.

Cai Lun tak hanya diakui sebagai pencipta kertas di Tiongkok, tetapi juga dipuja sebagai nenek moyang pertama pembuatan kertas di Jepang. Di banyak wilayah pembuat kertas di Tiongkok, kuil-kuil dibangun untuk menghormati Cai Lun. Tanggal 16 bulan ke 3 penanggalan Imlek adalah festival perayaan untuk Cai Lun. Cai Lun meninggal pada usia 58 tahun di istana kekaisaran Han, Luoyang, provinsi Henan Tiongkok.