Hua Leng Kheng, Klenteng Berusia 113 Tahun di Jambi

2017-02-22 09:45:48
Editor : Azis Faradi | Reporter : M Romy
Klenteng Hua Leng Kheng (M Romy)

Tempat ibadah Hua Leng Kheng merupakan klenteng berusia 113 tahun. Dibangun di Jambi dengan material tradisional.

DI Kota Jambi ada klenteng tua yang bernama Hua Leng Kheng. Di dalamnya terdapat altar utama dengan roh suci Po Seng Thai Te. Pembangunannya pada 1904 menggunakan material tradisional.

Berada di tengah perkebunan masyarakat  yang berlokasi di RT 03, Danau Sipin, Kelurahan Legok, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.

Klenteng Hua Leng Kheng memiliki keunikan bila dibandingkan dengan yang lain. Dinding bangunan terbuat dari kayu,  dan berlantai tanah. Keaslian bangunan masih orisinal, kecuali atapnya.

Menurut Ong Tiam Cui, pengurus Klenteng Hua Leng Kheng, patung dewa Po Seng Tai Te dibawa langsung dari Tiongkok oleh para leluhur yang datang ke Jambi.

“Pada waktu itu belum ada klenteng. Kakek saya membuat pondok yang dipagari dinding bambu dan mengunakan atap daun ilalang. Karena sering bocor atap diganti dengan daun kelapa,” tuturnya kepada Indochinatown.com, Rabu (22/2/2017).

Pada 1974, sambungnya, Dinding klenteng diganti menggunakan papan dan atapnya dari genteng. Lantaran khawatir dengan air Danau Sipin yang rawan meluap. Pada saat itu, dilakukan juga pemindahan semua patung dewa ke klenteng baru yang lebih besar di Jalan Serunai Malam Kelurahan Paal V.

Aktivitas beribadah juga dihentikan. Akan tetapi, pengurus didatangi roh suci Po Seng Tai Te, agar patung dewa dikembalikan semula dan meminta dibuka kembali untuk sembahyang.

Maka beberapa tokoh masyarakat melakukan musyawarah. Pada 2002 Klenteng Hua Leng Kheng  kembali dibuka untuk umum.

Ong Tiam Cui juga mendapatkan pesan dari roh suci Po Seng Tai Te. Bangunan klenteng  jangan diubah-ubah.

“Biar kelenteng itu tetap seperti semula. Lantainya tetap dari tanah, karena fengshui klenteng itu terletak dilantai,” tutupnya.