Jejak Sejarah Tionghoa Bangka di House of Lay

Senin, 23 April 2018 14:03:58
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : CHC Saputro
Hongky saat menerangkah sejarah House of Lay kepada pengunjung yang datang. (Istimewa)

Selain menjadi saksi sejarah keberadaan Tionghoa Bangka, House of Lay merupakan rumah pertama yang dibangun di Pangkalpinang.

PNGKALPINANG – Bangunan seluas 2 ribu meter persegi yang menempati lahan seluas 11 ribu meter persegi tersebut, merupakan salah satu saksi sejarah keberadaan Tionghoa Bangka yang masih tegak berdiri sejak ratusan tahun silam. Ya, itulah House of Lay yang dibangun oleh Lay Fung Dju pada tahun 1860 di lahan yang ketika itu masih berupa rawa.

Hongky Listiadhi, generasi kelima keluarga Lay yang kini menempati rumah tersebut menuturkan, rumah ini merupakan rumah pertama yang dibangun di Pangkalpinang. Sempat direnovasi pada tahun 1894, bangunan tersebut masih bertahan hingga saat ini.

“Dulu letaknya di tepi sungai yang langsung terhubung ke pelabuhan. Gerbang dari bata merah ini dulu berada di samping rumah, sekarang dipindah ke bagian belakang,” jelas pria yang juga Ketua Bangka Heritage ini.  

Lebih jauh ia menerangkan, keluarga besarnya sepakat untuk melestarikan rumah tersebut dan bahu-membahu melestarikannya. Untuk mendukung keberadaan salah satu iko bersejarah ini, di belakang House of Lay kini berdiri megah hotel 147 kamar yang dioperasionalkan oleh Swissbel Inn dan terhubung dengan bangunan bersejarah ini.

“Bangunan di sayap kanan belakang dahulu digunakan sebagai kantor. Sekarang berubah fungsinya menjadi  Latrasee Bistro. Tempat nongkrong kekinian ini  ini menawarkan menu khas Pangkalpinang. Sedangkan bangunan di sayap kirinya untuk  galeri. Untuk melestarikan kenangan kalau kawasan ini dulunya daerah rawa-rawa sekaligus saksi sejarah Tionghoa Bangka, maka di atas atap House of Lat diletakkan patung-patung katak sebagai penghias sekaligus ikon.