Legenda Siluman Rubah Ekor Sembilan

2017-12-28 11:36:28
Editor : Porwanto | Sumber : Oktaviani/DBS
Ilustrasi: Siluman rubah ekor sembilan yang bisa berubah bentuk menjadi wanita cantik. (Istimewa)

Dalam mitologi Tionghoa dikenal makhluk siluman rubah ekor sembilan. Sosok siluman ini bisa dijumpai dalam beberapa kitab.

Siluman Rubah Ekor Sembilan merupakan makhluk yang terkenal dalam mitologi Tionghoa. Sosoknya bisa menjadi siluman baik ataupun jahat. Dia dapat berubah menjadi banyak bentuk. Bentuk yang paling sering ditirunya adalah sosok wanita cantik.

Legenda rubah ekor sembilan telah menyebar hingga ke luar Tiongkok. Diperkenalkan dalam budaya Jepang dan Korea. Keberadaannya dalam mitologi Tionghoa telah ada dalam kisah Yu Agung, pendiri Dinasti Xia pada 2070 – 1600 SM.

Dalam sebuah legenda, Yu Agung bertemu dengan rubah ekor sembilan. Hal tersebut diartikannya sebagai pertanda keberuntungan bahwa dia akan mendapatkan seorang istri. Ternyata, rubah putih berekor sembilan itulah yang menjadi istrinya, dan dinamainya Nujiao.

Pada masa Dinasti Han, rubah ekor sembilan sering kali digambarkan tinggal di pegunungan Kunlun bersama Ibunda Ratu Barat dengan perannya sebagai Dewi Keabadian. Menurut kitab abad pertama Baihutong (Diskusi di Balairung Harimau Putih), rubah ekor sembilan melambangkan keturunan yang banyak.

Rubah ekor sembilan juga muncul dalam kitab Shanhaijing. Merupakan Kitab Pegunungan dan Lautan (Classic of Mountains and Seas), yang dikumpulkan pada masa Dinasti Han Barat (sekitar abad ke-4 hingga abad pertama SM).

Pada masa Dinasti Han, perkembangan ide tentang mengubah bentuk memiliki tempat sendiri dalam budaya Tiongkok. Saat budaya Tiongkok semakin berkembang, kemampuan mengubah bentuk siluman rubah pun menjadi lebih besar.