Menelusuri Jejak Leluhur di Museum Situs Kota China

Kamis, 18 Januari 2018 10:40:28
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Gerabah dan tembikar yang ditemukan di Situs Kota China, Medan. (Istimewa)

INGIN menelusuri jejak leluhur? Singgah ke Museum Situs Kota China. Temapt ini menyimpan aneka benda bersejarah peninggalan masyarakat Kota China, Medan.

Melancong ke Kota Medan, jangan lupa singgah ke Museum Situs Kota China. Museum yang berlokasi di Jalan Kota China No. 65, Kelurahan Paya Pasir, Medan Marelan, Kota Medan ini tersimpan aneka benda bersejarah peninggalan masyarakat Kota China di abad ke-12. Di Museum ini Anda dapa menelusuri jejak para leluhur.

Keberadaan Museum Kota China ini sangat penting, karena di tempat ini tersimpan hasil penggalian dari situs bersejarah tersebut. Berbagai artefak-artefak bernilai tinggi, seperti pecahan keramik dan gerabah, uang koin, emas, arca-arca dewa hingga batu-batu candi ada di museum ini.

Situs Kota China yang berada di Medan Marelan sendiri mulai diketahui sejak tahun 1970. Namun situs ini mulai terkuak sejarahnya setelah ditemukannya sebuah arca kuno pada 1986, saat pengerukan tanah untuk pembuatan jalan Tol Belmera. Setelah itu, dilanjutkan ekskavasi di situs ini yang hingga saat ini belum semuanya tergali dan masih banyak misteri yang belum terpecahkan.

Ketika disigi dari sejarahnya, Situs Kota China dulunya adalah sebuah pelabuhan internasional yang cukup besar. Situs ini menjadi bandar perdagangan yang sangat penting pada masa itu. Namun Bandar perdagangan ini menghilang.

Konon bandar perdagangan tersebut menghilang karena bencana alam. Namun, ada pula yang menggangap karena kutukan ataupun diserang oleh pasukan kepah.

Guna memudahkan pengunjung untuk menelusuri peninggalan masyarakat Kota China di abad ke-12, Museum Situs Kota China ini dilengkapi dengan diorama aktivatas masyarakat Kota China pada abad ke-12 serta pajangan berbagai komoditas ekspor di Kota China seperti emas, belerang, kemenyan, barus, gambir, rotan, madu, lada, gading, damar dan kayu manis.

Museum ini memang dibangun sebagai tempat penyimpanan hasil dari ekskavasi dari situs bersejarah yang ada di sekitar museum, maka di dalam museum juga terdapat satu contoh kotak ekskavasi arkeologi. Di dalam museum ini juga terdapat dua makam. Uniknya, makam yang ada ini tempat menyimpan nisan batu yang ditemukan di situs ini.