Menelusuri Jejak Majoor Khouw Kim An

2017-11-14 12:59:46
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Oktaviani
Gedung Candra Naya, rumah peninggalan Majoor Khouw Kim An. (Oktaviani)

MAJOOR Khouw Kim An merupakan Majoor der Chinezen terakhir di Batavia. Untuk menelusuri jejak-jejak Majoor Kim An bisa mengunjungi Gedung Candra Naya.

Majoor Khouw Kim An lahir di Batavia pada 1875 dan wafat di Tjimahi pada 1945. Merupakan seorang bangsawan, tokoh masyarakat, tuan tanah, dan Majoor der Chinezen terakhir di Batavia. Untuk menelusuri jejaknya, Anda bisa mengunjungi Gedung Candra Naya.

Gedung Candra Naya, satu-satunya rumah keluarga Khouw yang masih tersisa. Awalnya, seperti kebanyakan orang kaya Tionghoa peranakan, rumah Majoor Khouw terdiri dari tiga bangunan. Berada di kawasan elit masyarakat Tionghoa di Molenvliet, ketiga bangunan ini dibangun antara 1807 hingga 1867.

Salah satu rumah keluarga Khouw kini menjadi SMU Negeri 2, sedangkan satu rumah lagi pernah menjadi Kedubes Republik Rakyat Tiongkok (RRT) sebelum Mao Zedong berkuasa. Sedangkan Gedung Candra Naya kini terdapat gerai Kopi Oey. Di dalam bangunan yang berada di Jalan Gajah Mada No. 188 ini tetap mempertahankan gaya tempo doeloe. Leaflet ditulis dengan ejaan lama.

Untuk diketahui Majoor Khouw Kim An merupakan sosok khas Tionghoa peranakan.Putra saudagar kaya, Khouw Tian Sek ini adalah sosok yang terpelajar dan memiliki intuisi bisnis yang bagus.

Sejak 1905 dia dipercaya sebagai letna. Selang tiga tahun menjadi kapten dan dua tahun kemudian dipromosikan menjadi majoor. Sesuai tradisi Tionghoa, pemimpin dipilih berdasarkan kekayaan. Majoor Khouw Kim An adalah pemilik saham mayoritas Bataviasche Bank dan pemilik sejumlah usaha lainnya.