Museum Tan Jin Sing di Ketandan Yogyakarta

Rabu, 17 Januari 2018 10:44:51
Editor : Porwanto | Reporter : Hendro Wibowo
Ruang tamu ini salah satu bagian dari rumah milik Kapitan Tan Jin Sing, di Ketandan, Yogyakarta. Di dalamnya banyak terdapat barang bersejarah untuk melihat barang yang digunakan masyarakat Tionghoa tempo dulu. (Hendro Wibowo)

Rencananya, Pemda DIY akan bekerja sama dengan Pemerintah Tiongkok menjadikan Museum Tan Jin Sing menjadi Pusat Kebudayaan Tiongkok.

Selain bazaar dan panggung hiburan, Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) di Ketandan juga dimeriahkan dengan pameran museum
Tan Jin Sing.

“Saat Pekan Budaya Tionghoa, ada salah satu rumah di Ketandan yang akan dibuka untuk umum. Rumah itu adalah rumah bersejarah, karena dulunya adalah milik Kapitan Tan Jin Sing, yaitu tokoh (pimpinan) masyarakat Tionghoa pada masa itu. Tan Jin Sing ini punya gelar Kanjeng Raden Temenggung Secodiningrat dari Keraton Yogya. Gelar kebangsawanaan itu diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono III,
sehingga beliau sering juga disebut Lurahing Pacino. Beliau adalah menantu Sultan yang diberi hak untuk menarik pajak di kalangan masyarakat Tionghoa. Nah, di rumah Kapitan Tan Jin Sing itu akan dipamerkan barang-barang bersejarah yang berkaitan dengan keberadaan orang Tionghoa maupun akulturasinya,” jelas sesepuh masyarakat Tionghoa di Jogjakarta, Jimmi Sutanto kepada Indochinatown.

“Ada salah satu tokoh yang menyumbang kebaya encim untuk pameran besok. Itu adalah bukti akulturasi budaya. Orang Tionghoa yang dilahirkan di sini sudah menggunakan kebaya, tapi kebaya itu sudah ditingkatkan, misalnya ada bordirnya, dsb. Punya gaya tersendiri. Kebaya peranakan itu koleksi dari Afif Syakur. Nah, ini hebatnya. Meskipun bukan orang Tionghoa, namun beliau mengakui akulturasi budayanya dan memberikan bukti-bukti sejarah.” tandas Jimmi.

Ditemui di rumahnya yang asri di kawasan Ketandan, sore itu Jimmi menjelaskan, “Kemarin saat kami (Panitia PBTY) beraudiensi dengan Gubernur DIY, Ngersa Dalem (Sultan HB X) mengatakan bahwa Rumah Tan Jin Sing di Ketandan itu akan dibeli oleh pemerintah, dengan DanaIs (Dana Keistimewaan Jogja). Nah, Pemda DIY kan punya danais. Itu untuk membeayai bidang kebudayaan. Apalagi rumah ini juga masuk dalam bidang kebudayaan. Selanjutnya rumah itu akan diperbaiki oleh Pemda. Menurut rencana, rumah itu akan dijadikan museum.
Pusat kebudayaan Tionghoa di Yogyakarta,” jelasnya.

“Pemda DIY akan bekerja sama dengan pemerintahan kota Shanghai maupun pemerintahan Tiongkok untuk mendirikan pusat kebudayaan Tiongkok di rumah itu. Jadi nantinya kita yang menyediakan tempat dan mereka yang mengisinya.  Nantinya apa yang ada di Indonesia itu akan ditampilkan, bukan hanya yang di jogja saja.” kata Jimmi menutup perbincangan.