Potret Asimilasi di Klenteng Hok Liong Kiong Jombang

2017-11-24 16:47:52
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Klenteng Hok Liong Kiong. (Istimewa)

POTRET asimilasi terasa di area Klenteng Hok Liong Kiong. Tak ada jarak antara umat klenteng dan warga sekitar. Pertunjukkan wayang potehi makin mempererat

Jombang tak hanya memiliki Klenteng Boo Hway Bio, Klenteng Hong San Kiong saja, namun ada juga Klenteng Hok Liong Kiong. Klenteng ini menjadi potret asimilasi atau pembauran antara umat klenteng dan masyarakat sekitar. Pembauran semakin kentara saat pertunjukan wayang Potehi digelar.

Wayang Potehi merupakan tradisi dan budaya Tionghoa yang menggunakan media wayang kulit. Pertunjukan wayang Potehi tetap menggunakan bahasa Indonesia, sehingga mudah memajami jalan ceritanya.

Tak hanya pembauran, klenteng yang berada di Jalan R.E. Martadinata No. 72, Jombang ini memiliki keunikan. Terlihat dari bangunan klentengnya. Pada bagian tengah gerbang di sisi depannya terdapat ornamen bergambar Yin Yang, Swatika, dan Genta Rohani sebagai Lambang Tri Dharma.

Sedangkan  pada papan kayu di bagian tengah di sisi belakang terdapat ornamen bergambar kisah Delapan Dewa. Pada sisi bagian atas gerbang  terdapat ornamen berupa sepasang burung Hong (phoenix).

Begitu memasuki halaman klenteng terdapat sebuah panggung mini untuk mementaskan wayang Potehi. Di sebelah kiri bangunan klenteng terdapat menara untuk membakar hio, yuswa, dan kertas doa. Menara itu tingginya sekira tiga meteran dengan warna dan ornament yang menarik.

Pada halaman luar di bagian depan kelenteng terdapat dua ornamen berbentuk patung singa Kilin yang berwarna abu-abu. Sebenarnya di samping kanan halaman luar kelenteng ini juga ada ornamen patung lainnya. Namun, dilarang untuk dipotret.

Dua buah ornamen berbentuk arca Wee Tie Kiong  berada di samping kanan dan Tjin Siok Poo di samping kiri pintu masuk kelenteng.

Masuk ke dalam ruangan utama kelenteng terdapat banyak altar Dewa sesembahan di kelenteng ini. Di antaranya adalah altar Dewa Kwan Sing Tee Koen, Makco Thian Shang Sen Mu, Thian Shan Sen Boo dan sebagainya.

Kelenteng yang terdapat ornamen sepasang naga dan bola api di puncak atapnya ini memiliki bangunan dan lahan yang cukup luas. Ini tampak dari adanya tempat untuk berolahraga di bagian belakang samping kiri kelenteng.