Republik Lanfang, Republik Pertama di Nusantara

2018-01-05 15:38:40
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : Farid Hidayat
Lo Fang Pak (Luo Fangbo). (Istimewa)

REPUBLIK Lanfang, salah satu republik modern awal di dunia dan republik pertama di Nusantara.

Republik Lanfang merupakan perkumpulan kongsi Hakka Chinese di Kalimantan Barat. Pendirinya bernama Lo Fang Pak (Luo Fangbo). Republik ini merupakan salah satu republik modern awal di dunia dan republik pertama di Nusantara.

Luo Fangbo berasal dari Meizhou, Guangdong pada 1738, bertepatan pada masa pemerintahan tahun ketiga Dinasti Qing. Luo mulai bertualang pada usia 34 tahun. dia merantau ke Kalimantan Barat saat ramainya orang mencari emas (gold rush), dengan menyusuri Han Jiang menuju Shantao dan berakhir di wilayah Kesultanan Sambas.

Pemukim Tiongkok telah lama tinggal di Kalimantan, dengan sebagian besar terlibat dalam perdagangan dan pertambangan. Beberapa perusahaan berdiri, seperti Southern Company yang dipimpin oleh Luo. Pada 1776, terdapat 12 kongsi di wilayah Kesultanan Sambas yang berpusat di Montradok dan 2 kongsi di Panembahan Mempawah. Salah satu 12 kongsi di Kesultanan Sambas adalah Kongsi Lanfong yang dihidupkan lagi oleh Luo Fangbo dengan dirinya sebagai ketua.

Pada masa kepemimpinannya, Luo melaksanakan prinsip demokrasi, termasuk gagasan semua urusan negara harus melibatkan konsultasi warga republik ini. Dia pun menjalankan sistem perpajakan, termasuk pajak perjudian. Memiliki kitab undang-undang hukum, menyelenggarakan sistem pertanian dan pertambangan yang terarah, membangun jaringan transportasi, penjualan opium dan arak.

Saat Luo mendirikan Kongsi Lan Fang belum ada pemerintahan yang menguasai daerah tersebut. Oleh karena itu, semua hukum dan undang-undang yang berlaku dialah yang menyusunnya. Luo juga menciptakan seperangkat eksekutif, legislatif, dan lembaga peradilan. Republik ini tidak memiliki militer pada umumnya, namun memiliki kementerian pertahanan yang diberikan milisi nasional berdasarkan wajib militer. Masyarakat republik/kongsi tersebut kebanyakan terlibat dalam pertanian, produksi, perdagangan, dan pertambangan.

Luo meninggal pada 1795, tahun kedua setelah dideklarasikan Daerah Otonomi Khusus, pada 1793. Dia telah hidup di Kalimantan lebih dari 20 tahun. Walaupun Luo Fangbo telah wafat, Lan Fang Kongsi mampu bertahan 107 tahun dan lebih lama daripada negara persatuan Jerman bentukan Bismarck, yang setelah sekira 75 tahun pecah menjadi Jerman Timur dan Barat. Ditambah 12-13 tahun setelah dipersatukan lagi juga belum 100 tahun. Belgia terbentuk tahun 1830 hingga kini 173 tahun dan dengan demikian berumur kurang daripada self-government orang-orang Tionghoa di Palembang yang menurut Victor Purcell berlangsung selama 200 tahun.