Telusuri Jejak Peninggalan Baba Ong Boen Tjit

2018-01-09 15:05:18
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Pasar Baba Boen Tjit di Tepian Musi. (Istimewa)

NAMA Baba Ong Boen Tjit mulai ngehit sejak kawasan ini digelar wisata pasar Baba Boen Tjit. Ingin tahu Baba Ong Boen Tjit? Telusuri jejak peninggalannya.

Nama Baba Ong Boen Tjit mulai ngehit lagi. Sejak November 2017, setiap akhir pekan kawasan ini digelar wisata pasar Baba Boen Tjit. Bagi Anda pencinta sejarah, wisata pasar bisa menjadi wadah untuk telesuri jejak peninggalannya.

Nama Baba Boen Tjit sendiri sudah sangat dikenal sejak dulu di tepian sungai Musi. Bab Ong Boen Tjit merupakan salah satu saudagar cina kaya di Palembang tempo dulu. Para saudagar dulu memang banyak membangu rumahnya di tepi sungai Musi, karena untuk menudahkan transportasi dan usaha perdagangannya. Kapal-kapal barang dagangannya bisa bersandar di depan rumahnya.

Rumah yang berlokasi di Lorong Saudagar Yucing No. 55, RT 050/RW 002, Kelurahan 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu 1 ini bercirikan rumah dulu. Berupa rumah  limas dengan kayu unglen yang kokoh dengan  jendela yang banyak agar sirkulasi udara lebih gampang masuk dan keluar. Kini rumah tersebut dihuni oleh keturunan kedelapan dari almarhum Baba Ong Boen Tjit.

Rumah Ong Boen Tjit ini memiliki tiga ruangan, layaknya rumah limas di Palembang. Ruangan paling depan yang luas diperuntukan untuk ruangan tamu. Interiornya bernuansa merah dan hitam dengan bahan kayu unglen yang masih kokoh. Pada dindingnya terdapat pajangan gambar-gambar lama pemilik asli rumah tersebut.

Ada sebuah pintu kayu berwarna merah menjadi akses untuk masuk ke ruang tengah. Terdapat empat buah kamar tidur saling berhadapan satu sama lain. Di tengah terdapat altar patung-patung dewa untuk sembahyang. Pajangan guci-guci lama masih ada di sekitar ruangan.

Ong Boen Tjit ini pemeluk Kong Hu Cu, namun beberapa generasi penerusnya sekarang sudah menjadi seorang mualaf setelah menikah dengan orang asli Palembang.

Masuk ke dalam ruangan, kita akan menjumpai area yang lebih tepat digunakan sebagai ruang keluarga dan juga terdapat beberapa kamar. Area ruangan ini luas sehingga digunakan juga untuk dapur masak. Sekilas tempat ini memang tampak kurang terawat. Kayu-kayu penyanggah sudah mulai terlihat miring dan lantai injak yang kurang begitu kokoh.Sedangkan di bagian paling pojok belakang juga terdapat sebuah altar leluhur merupakan leluhur nenek moyangnya.