Tiga Dewa Fu Lou Shou di Klenteng Hoo Hok Bio Semarang

2017-12-28 16:39:19
Editor : Porwanto | Reporter : CHC Saputro
Klenteng Hoo Hok Bio di Semarang ini masih terawat dengan baik meski berada di tengah pemukiman padat penduduk. (CHC Saputro)

Di Klenteng Hoo Hok Bio Semarang terdapat relief yang menggambarkan simbol kesejahteraan, keberuntungan dan umur panjang. Disebut Tiga Dewa Fu Lou Shou.

SEMARANG - Klenteng Hoo Hok Bio, yang berlokasi di Jalan Gang Cilik, Pecinan Semarang ini didirikan pada tahun 1792. Di bangun oleh para saudagar kain yang tinggal di Pecinan bagian utara.

Dahulu, lokasinya di tengah lapangan berumput. Klenteng ini, dulu sering disebut Klenteng Perumputan. Kini, klenteng ini dikelilingi pemukiman warga. Ke Klenteng Hoo Hok Bio, kini aksesnya jalannya begitu kecil, mesti melalui Jalan Gang Warung.

Di klenteng ini banyak ditemukan simbol-simbol ajaran Tri Dharma. Di depan pintu masuk terdapat gambar Yin da Yang sebagai lambang ajaran Taoisme. Di sisi kanan bangunan, banyak menenpel prasasti-prasasti dalam huruf China.

Yang paling mencolok di dinding bagian luar klenteng. Terdapat lukisan berupa relief besar yang menggambarkan 3 tokoh kakek-kakek dengan tongkat, seorang kaisar berjenggot panjang, dan seorang yang menggendong
anak.

Lukisan berupa relief ini, dari kanan ke kiri, menggambarkan simbol kesejahteraan, keberuntungan dan umur panjang. Gambar tersebut sangat dikenal dalam kultur tradisional dengan sebutan Tiga Dewa Fu Lu Shou.