Batik Cina dalam Khazanah Budaya Indonesia

Senin, 02 Oktober 2017 13:35:34
Editor : Azis Faradi | Reporter : CHC Saputro
Berbagai motif khas batik cina yang terus berkembang sesuai dengan zaman. Batik cina dianggap sebagai salah satu kekayaan budaya di Indonesia. (CHC Saputro)

DARI sebuah batik cina, tergambarkan khazanah budaya yang ada di Indonesia. Mewakili keanekaragaman di berbagai belahan nusantara.

Batik ditetapkan oleh UNESCO sebagai salah satu warisan budaya dunia pada 2 Oktober 2009. Pada hari itu, dijadikan sebagai Hari Batik Nasional. Salah satu yang cukup menarik adalah batik cina, hasil akulturasi. Menyimbolkan tentang khazanah budaya yang ada di Indonesia.

Kehadiran batik cina, dimulai pada abad ke-13 Masehi. Para imigran dari Tiongkok yang menetap di Jawa, khususnya bagian utara, mulai meleburkan budaya leluhur. Mayoritas budaya di Jawa merupakan hasil akulturasi.

Dari makanan hingga pakaian, termasuk corak baju khas nusantara, sehingga dikenal dengan nama batik cina. Perpaduan seni oriental dan nusantara, menghasilkan karya yang indah.  Akulturasi budaya yang terjadi sejak ratusan tahun lalu, terus berkembang sampai saat ini.

Akulturasi orang Tionghoa dengan penduduk lokal, dilakukan melalui perkawinan. Begitu juga dengan budaya, sehingga dikenal dengan nama Tionghoa peranakan. Begitu juga dengan budayanya. Banyak yang menyebut sebagai budaya peranakan, contoh konkretnya adalah batik cina.

Batik cina, dibuat oleh peranakan yang pada mulanya menampilkan pola-pola dengan ragan hias satwa mitos di Tiongkok, seperti naga, siang, burung phoenix (burung hong), kura-kura, kilin (anjing berkepala singa), serta dewa dan dewi Konghucu.

Ada pula ragam hias yang berasal dari keramik khas Tiongkok, diadopsi ke dalam batik. Ragam hias berbentuk mega dengan warna merah atau merah dan biru.

Menurut  Asti, Kurator Museum Batik Danar Hadi Solo, pada tahun 1910-an, berkembanglah batik cina yang mengandung ragam hias buketan atau bunga-bunga. Ini dipengaruhi oleh pola bati belanda, saat itu paling laku di pasaran.

Batik cina lahir dari Tionghoa peranakan yang mengikuti cara berpakaian penduduk lokal. Batik yang dihasilkan selain sebagai bahan busana, sebagian besar digunakan untuk perlengkapan keagamaan, seperti kain altar (tok-wi) dan taplak meja (muk-li).

Hal inilah yang menyebabkan munculnya kreasi batik-batik dengan ragam hias yang berasal dari budaya masyarakat Tionghoa. Terus berkembang, dengan ciri khas yang membedakan dengan jenis batik lainnya.