Branding Budaya Lokal Indonesia di Tiongkok

2017-09-15 10:51:31
Editor : Azis Faradi | Sumber : China Radio International
Cek Toko Sebelah, salah satu film yang akan tayang di Tiongkok. Pemutaran film ini sebagai usaha branding budaya lokal di Indonesia kepada masyarakat setempat. (Istimewa)

DARI film yang diputar, melepas sekat antar-negara. Sebuah branding budaya lokal Indonesia, untuk lebih dipahami warga di Tiongkok.

Melakukan branding budaya lokal Indonesia, menghadirkan gambaran realitas kehidupan melalui sebuah karya film. Mengenalkan kepada masyarakat di Tiongkok. Sebagai bagian dari ikhtiar pertukarang budaya.

Hadir melalui Festival Film Indonesia 2017 di sela penyelenggaraan China-ASEAN Expo (CAEXPO). Budaya Indonesia diwakilkan melalui pemutaran #66,  The Raid 2: Berandal, Cek Sebelah Toko dan Salawaku.

Keempat film tersebut akan tayang di IMAX Bioskop Nasional Nanning, Tiongkok, dari 12 sampai 15 September 2017. Diorganisir oleh Bioskop Nasional Nanning bersama Red and White Cultural Development Co. Ltd.

Kedua lembaga ini menghadirkan festival film untuk memperkaya kebutuhan budaya masyarakat setempat. Secara bertahap membangun brand kegiatan budaya lokal di suatu negara. Sehingga seni terlibat aktif merefleksikan konsep pelaksanaan Jalur Sutera Abad 21.

Ratu Silvy Gayatri, Konjen Indonesia di Guangzhou, mengungkapkan, pendekatan untuk menghilangkan sekat antar-negara paling cepat melalui budaya, dan film sebagai bagiannya, cepat diterima masyarakat luas.

Menurutnya film merupakan cara yang terbaik untuk memajukan hubungan antar-rakyat di berbagai negara. Sehingga mempercepat pelaksanaan One Belt and Road atau Jalur Sutera ini.

Meningkatkan pertukaran budaya antara Tiongkok dengan negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, adalah priorotas utama dari hubungan yang telah tercipta.