Drama Musikal Hitam Putih Lasem ‘Sihir’ Taman Budaya Yogyakarta

Kamis, 08 Februari 2018 18:12:32
Editor : Fauzi Iyabu | Reporter : Hendro Wibowo
Salah satu adegan dalam pertunjukan drama musikal Hitam Putih Lasem. (Hendro Wibowo)

Sejumlah tokoh Tionghoa hadir dalam pertunjukkan drama musikal di Taman Budaya Yogyakarta ini. Hadir pula maestro tari Didik Nini Thowok.

YOGYAKARTA – Suara perempuan tua itu mengalun sendu. Empat penari berwajah separuh hitam separuh putih, mengiringi dengan tarian. Penonton di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pun hening, menikmati tarian yang menjadi bagian dari pertunjukkan drama musikal berjudul Hitam Putih Lasem, Sabtu (3/2) lalu.

Putih Hitam tidak bisa diganti-ganti
Jika hitam jangan katakan hanyalah kelam
Yang hitam katakanlah itu memang hitam
Jika putih katakan itu memang putih

Benar salah tak dinyatakan
Benar salah ditutup-tutupi
Maka sijahat tlah menunggu di ujung
Jika putih hitam ditukar posisinya

Drama musikal Putih Hitam Lasem ini menceritakan tentang kisah kasih sepasang anak manusia, Lian Hoa dengan Ario Adiatmojo dengan latar belakang Kota Lasem (Jawa Tengah), daerah yang kesohor dengan industri batiknya. Lian Hoa adalah puteri Tionghoa dari keluarga Tan, pemilik usaha batik Padma Putera. Sedangkan Ario Adiatmojo adalah anak dari Adiatmojo dengan Nawangsari, pribumi Jawa pemilik usaha batik Banyu Bening. Keduanya sudah bersahabat sejak kecil. Hingga timbul benih-benih cinta di antara mereka. Namun kedua orangtua mereka tidak memberikan restu.

Alkisah, suatu hari terjadi kebakaran hebat di perusahaan batik Banyu Bening yang membuat Adiatmojo mengalami luka bakar dan meninggal dunia. Kontan Lasem pun geger, karena Lian Hoa saat itu sedang berada di situ. Lian Hoa pun dituduh yang membakar Banyu Bening. Selain Adiatmojo, peristiwa kebakaran itu juga menewaskan banyak orang. Tudingan ke arah Lian Hoa pun semakin kencang, setelah ia menghilang dan dicari-cari polisi.

Dua belas tahun kemudian, Lian Hoa pulang ke Lasem. Namun kedua orangtuanya sudah meninggal. Sementara, Ario yang masih dicintainya pun sudah menikah dengan Retno karena desakan sang ibunda. Lian Hoa pun mengungkapkan misteri penyebab kebakaran itu dan alasan mengapa ia melarikan diri.

Drama Musikal Putih Hitam Lasem ini dipentaskan di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta pada Sabtu, 3 Februari 2018 lalu. Ada 2 kali pertunjukkan, yaitu pada pukul 14.30 WIB dan pukul 19.00 WIB. Masing-masing pertunjukkan terdiri dari 2 sesi. Ada waktu istirahat selama 20 menit di antara kedua sesi tersebut.

Dalam pemantauan Indochinatown, tampak beberapa tokoh Tionghoa di Jogjakarta tampak antusias menyaksikan drama musikal di Taman Budaya Yogyakarta ini, antara lain Jimmi Sutanto (Ketua Perhimpunan Fu Qing Yogyakarta), Gotama Fantoni, Bernie Liem. Hadir pula maestro tari Didik Nini Thowok yang terlihat di antara penonton.