Franziska Fennert, Membangun Persahabatan Melalui Diplomasi Seni

2017-12-12 10:52:28
Editor : Utami Sulistiowaty | Reporter : CHC Saputro
Franziska Fennert berdialog dengan pengunjung pameran. (Istimewa)

MELALUI pameran bertajuk ‘Heaven is Mindset’, Franziska Fennert ingin membangun persahabatan melalui diplomasi seni.

Perupa muda Jerman Franziska Fennert, yang sudah lama bermukim di Yogyakarta menggelar pameran tunggal bertajuk ‘Heaven is Mindset’ sejak 18 November hingga 18 Desember di Semarang Gallery. Kemudian dilanjutkan di Visma Gallery, Surabaya pada 26 Januari hingga 26 Februari 2018. Dia ingin membangun persahabatan melalui diplomasi seni.

Pameran ini menaja 27 karya rupa Franziska, termasuk kaligrafi Tiongkok atau seni shufa, yang melukis menggunakan tinta hingga belajar melukis miniatur gaya Turki.

Franziska menampilkan beberapa karyanya, berupa lukisan, art work, dan seni instalasi membincangkan perbedaan. Baginya, seni menjadi jalan keluar untuk memberi pencerahan agar cara berpikir bisa merubah situasi dan kondisi menjadi lebih baik.

“Kalau semua bisa bersatu dalam kerja yang baik bisa menjadi kuat seperti ini, bulat bersatu tidak memandang warna,” ujarnya sambil menunjukkan karyanya bertajuk ‘Precariat AllCountries – Unite!’.

Dibeberapa karyanya Franziska juga menampilkan beberapa simbol-simbol kebersamaan dan persatuan seperti, sisterhood, brotherhood, dan bhineka. Menurutnya, pendekatan ini sebagai ‘diplomasi seni’, yakni pertukaran ide yang melampaui sekat-sekat.

Sementara itu, Anton Larenz dalam kurasinya mengatakan, “Lewat karyanya, Fransziska Fennert menunjukkan ada jalan untuk mengatasi antagonisme dan menemukan persatuan kembali, di tengah perbedaan dan perpisahan. Melalui karyanya, dia mencoba menunjukkan peran seni rupa sebagai salah satu jalur diplomasi.”